Sulteng Hari Ini

Pemprov Sulteng Siapkan Strategi Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Dalam menghadapi potensi inflansi tinggi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mempunyai beberapa strategi dalam mengadapinya.

Penulis: Jolinda Amoreka | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/JOLINDA AMOREKA
Plt Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan Abdul Rauf Malik, dalam Pembukaan Pasar Murah, Selasa (6/12/2022). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Jolinda Amoreka

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dalam menghadapi potensi inflansi tinggi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mempunyai beberapa strategi dalam mengadapinya.

Pada saat ini perekonomiam global menghadapi inflansi tinggi serta keadaan ekonomi yang tidak menentu.

Plt Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan Abdul Rauf Malik pada saat membuka pasar murah mengatakan dinamika krisis pangan dan krisis energi global tidak terhindarkan akibat globalisasi dan keadaan geo politik.

"Di era globalisasi ini akibat geo politik yang terjadi maka dinamika krisis pangan dan krisis energi global tidak dapat dihindarkan termasuk Indonesia," ujar Abdul Rauf Malik.

Baca juga: Kapolresta Palu Pimpin Sertijab Kabagops, Kompol Alfian Pindah Tugas Jabat Wakapolres Morowali Utara

Adbul Rauf Malik menambahkan karena keadaan global Indonesia juga menghadapi potensi kenaikan inflansi yang tinggi.

Adbul Rauf Malik pada kesempatan itu strategi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memiliki beberapa strategi dalam menghadapi hal tersebut seperti:

1. Melakukan komunikasi publik yang tidak membuat masyarakat panik dan mengupayakan masyarakat tetap tenang dalam menghadapi guncangan ketidakpastian ekonomi global.

2. Mengaktifkan tim pengendalian inflansi daerah (TPID) pada tingkat provinsi dan kabupaten kota agar bersinergi dan konsisten dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya.

3. Mengaktifkan satgas pangan di daerah pada tugas melaporkan harga dan ketersediaan komoditi untuk dilaporkan kepada kepala daerah.

4. Pemberian bahan bakar minyak (BBM) subsidi harus tepat sasaran kepada masyarakat tidak mampu.

5. Melaksanakan gerakkan penghematan energi seperti mematikan lampu pada siang hari.

6. Gerakkan tanam pangan cepat panen yakni gerakkan tanam cabe dan bawang untuk mencukupi ketersediaan pangan.

7. Melakukan kerjasama antar daerah yang meliputi seluruh komoditas pangan.

8. Mengintensifkan pengamanan sosial seperti anggaran belanja tidak terduga serta anggaran bansos.

9. Mengumumkan tingkatan inflansi provinsi kabupaten/kota oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) serta menjadikan isu inflansi menjadi isu prioritas. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved