OPINI

Aparatur Sipil Negara dalam Tugas dan Fungsinya Sebagai Ahli Ilmu Pangan

PENDIDIKAN merupakan salah satu komponen penting yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi melalui modal sumber daya manusia.

Editor: Haqir Muhakir
Handover
Esti Tantotosi, Mahasiswa Magister Ilmu Pangan Institut Pertanian Bogor 

Oleh: Esti Tantotosi

Mahasiswa Magister Ilmu Pangan Institut Pertanian Bogor

PENDIDIKAN merupakan salah satu komponen penting yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi melalui modal sumber daya manusia.

Salah satu pilar utama untuk memperkuat ketahanan ekonomi suatu negara, yaitu meningkatkan investasi pada sumber daya manusia melalui pendidikan.

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara nomor 28 tahun 2021 tentang Pengembangan Kompetensi bagi Pegawai Negeri Sipil melalui Jalur Pendidikan, bahwasannya sumber daya manusia aparatur didorong dan didukung untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan serta profesionalisme berbasis kompetensi.

Tujuan pengembangan kompetensi melalui jalur pendidikan antara lain adalah untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli dibidang tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi, pengembangan organisasi, pengetahuan, kemampuan, ketrampilan, sikap dan kepribadian professional PNS. 

Sering bersinggunggan dengan pelaku usaha dan UMKM dalam tugas keseharian saya di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah, saya menyoroti bahwa keberlangsungan industri kecil membutuhkan sinergi yang baik antara produsen, konsumen dan pemerintah.

Hal ini penting karena sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkontribusi terhadap perekonomian nasional (PDB) sebesar 61,1 persen dibandingkan 38,9 persen yang disumbangkan oleh pelaku usaha besar (Sasongko, 2020).

Menurut laporan Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2020, industri makanan dengan jumlah usaha sebanyak 63.345 unit merupakan jenis Industri Mikro dan Kecil terbanyak di Provinsi Sulawesi Tengah dibandingkan industri lainnya.

Dengan demikian, industri makanan skala UMKM perlu mendapat perhatian lebih agar dapat berkembang, bertahan dan bersaing dalam perdagangan terbuka serta mampu mengimbangi perkembangan teknologi di masa depan.

Hambatan yang dihadapi industri makanan antara lain permasalahan kualitas dan kontinuitas produksi, akses pemasaran, packaging produk, kualitas SDM/pelaku UMKM di bidang manajerial, keuangan dan produksi.

Menindaklanjuti hal ini tentu saja pemerintah daerah provinsi Sulawesi Tengah akan membutuhkan kajian-kajian berbasis ilmiah dari para ahli dibidang tersebut agar dapat menyusun strategi dan menetapkan kebijakan yang tepat bagi UMKM.

Ironisnya, Indonesia, negara dengan populasi penduduk paling banyak keempat didunia, mengalami kekurangan tenaga ahli di bidang pangan, apalagi di Indonesia bagian timur.

Tenaga ahli seringnya didatangkan dari luar daerah Sulawesi Tengah sebagai konsultan, mentor, narasumber atau asesor.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved