Pemilu 2024 Sulteng

Jokowi Hadiri Konsolidasi Nasional Bawaslu, Ini 4 Pesan Presiden

Jokowi menghadiri Konsolidasi Nasional"Memantapkan Kinerja dan Soliditas Jajaran Pengawas Dalam Mengawasi Tahapan Penyelenggaraan Pemilu 2024

Penulis: fandy ahmat | Editor: Salam Kerimov
Humas Bawaslu Sulteng
Jokowi menghadiri Konsolidasi Nasional"Memantapkan Kinerja dan Soliditas Jajaran Pengawas Dalam Mengawasi Tahapan Penyelenggaraan Pemilu 2024 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, JAKARTA  - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Konsolidasi Nasional (Konsolnas) bertajuk "Memantapkan Kinerja dan Soliditas Jajaran Pengawas Dalam Mengawasi Tahapan Penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2024".

Kegiatan itu dihadiri seluruh jajaran pimpinan dari Bawaslu provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, Sabtu (17/12/2022).

"Kami sangat berbahagia dan berterimakasih kepada Bapak Presiden karena untuk pertama kalinya bapak presiden Republik Indonesia berkesempatan menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh Bawaslu," ujar Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja .

Jelang Pemilu 2024, Bagja menyebut pihaknya akan berupaya menjaga pesta demokrasi tetap berjalan kondusif.

Baca juga: Hasil Persis Solo vs Persib Bandung: Gol Telat Ezra Walian Bawa Pangeran Biru Tembus 5 Besar

"Kami akan berusaha untuk menurunkan ketegangan dalam praktik-praktik politisasi sara, ujaran kebencian, dan berita bohong atau hoaks. Bawaslu akan mengawasi jalannya proses pemilihan umum dengan maksimal," ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi menilai pemilu 2024 akan menjadi pemilu terbesar dalam sejarah politik Indonesia.

Hal ini kemudian berimplikasi pada besarnya tantangan khususnya bagi pihak penyelenggara khususnya Bawaslu.

"Banyaknya jumlah pemilih, dan kondisi geografis kita yang cukup berat merupakan salah satu faktor dari beratnya pelaksanaan Pemilu nantinya. Namun saya percaya bahwa dengan pengalaman yang Bawaslu miliki akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik," jelas Jokowi.

Menurutnya, peran Bawaslu menempati posisi strategis karena pengawasan harus dilakukan di semua tahapan pemilu.

Jokowi kemudian menekankan 4 hal kepada Bawaslu dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas.

Baca juga: Ketua Bawaslu Sulteng Sebut Tantangan Pemilu 2024 Lebih Berat dari 2019

Pertama memetakkan potensi masalah dengan kemungkinan terjadinya pelanggaran, perhatikan satu persatu setiap perhitungan, lakukan persiapan yang matang, dan siapkan langkah-langkah mitigasi. 

Kedua fokus pada upaya-upaya pencegahan, tidak diam menunggu aduan, gesekan sekecil apapun selesaikan dengan cepat. 

Ketiga bekerja cepat, responsif dan selalu berada pada koridor hukum, merespon dengan cepat aduan hukum, tidak boleh ragu, pegang teguh integritas, serta tegas dan tidak boleh ragu dalam menegakkan keadilan. 

Terakhir, yakni melibatkan partisipasi masyarakat seluas luasnya, gencarkan pendidikan politik dan partisipasi masyarakat yang seluas-luasnya, sebab partisipasi masyarakat penting dalam mencegah praktik politik uang di masyarakat.

"Salah satu faktor kerawanan di pemilu adalah soal politik identitas, politisasi sara dan hoaks. Hati-hati karena kita ini beragam agama, suku ras, jadi hati-hati kalau ada percikan kecil, segera diperingatkan. Bawaslu dan KPU bisa membuat aturan yang jelas, rinci dan efektif," ucap Jokowi.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved