Pemilu 2024 Sulteng

Kabupaten Sigi Masuk Kategori Rawan Tinggi, Ini Persoalannya

Pada Pilkada dan Pemilu sebelumnya terdapat penduduk potensial yang memenuhi syarat tapi tidak memiliki KTP Elektronik.

Penulis: Moh Salam | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/SALAM
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Sigi Dewi Tisnawaty 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mencapai skor 56,38.

Artinya, Kabupaten Sigi masuk Kategori Rawan Tinggi.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Sigi Dewi Tisnawaty mengatakan, konstruksi hasil IKP terdiri dari beberapa dimensi seperti konteks sosial politik, dimensi penyelenggaraan pemilu, dimensi kontestasi dan dimensi partisipasi.

"Kenapa Sigi masuk dalam kategori rawan tinggi, sebab beberapa kali pada pemilu dan pilkada sebelumnya terjadi bencana alam di beberapa wilayah dan bencana non alam," ujarnya, Senin (2/1/2023).

Menurut Dewi Tisnawaty, pada Pilkada dan Pemilu sebelumnya terdapat penduduk potensial yang memenuhi syarat tapi tidak memiliki KTP Elektronik.

Baca juga: Bawaslu Sulteng Sidak ke Sigi dan Palu, Ketua Bawaslu Sigi Tidak Berada di Kantornya

Selain itu, ada keterlambatan perlengkapan logistik pemungutan suara di Palolo dan ada surat suara tertukar antara wilayah dekat dengan wilayah-wilayah sangat jauh.

"Ada rekomendasi pemungutan suara ulang yang direkomendasikan oleh Bawaslu kepada KPU dan itu ada beberapa titik yang direkomendasikan PSU, serta ada beberapa gugatan dari peserta pemilu berkaitan dengan hasil pemilu dan juga adanya keberatan serta sengketa yang diajukan peserta pemilu yang setelah ditetapkan daftar calon tetap maka ada yang tidak memenuhi syarat kemudian mengajukan sengketa," jelas Dewi Tisnawaty

Dia menyebutkan, masih ada yang melakukan pidana politik uang dan banyak pelanggaran lainnya pada Pemilu 2019 dan Pilkada 2020.

"Yang paling parah adalah adanya pengelembungan suara yang dilakukan anggota PPK di wilayah kecamatan Kabupaten Sigi sehingga itu sangat berdampak sekali untuk menjadi Indikator tingginya kerawanan di Kabupaten Sigi," tuturnya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved