Universitas Tadulako

FEB Untad Sanksi Oknum Dosen Pemeras Mahasiswa

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad) telah memberikan sanksi kepada oknum dosen pemerasan terhadap mahasiswa. 

Penulis: Jolinda Amoreka | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/JOLINDA AMOREKA
Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Muhhamad Yunus, Jumat (13/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Jolinda Amoreka 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad) telah memberikan sanksi kepada oknum dosen pemerasan terhadap mahasiswa. 

Sebelumnya, seorang mahasiswa mengaku dimintai uang oleh oknum dosen Prodi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) FEB Untad berinisial M. 

Oknum dosen itu, memintai mahasiswa yang mengajukan perbaikan nilai untuk mata kuliah tertentu. 

Mahasiswa itu kemudian diminta oknum dosen membelikan sejumlah barang seperti beras 10 kg, telur dan minyak goreng. 

Baca juga: Kelurahan Kabonena Palu Luncurkan Program Pojok UMKM Istimewa

Sang mahasiswa tidak mengindahkan permintaan dosen itu dam melaporkannya ke pihak fakultas. 

Ketika ditemui TribunPalu.com, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Muhhamad Yunus Kasim mengatakan oknum dosen tersebut terbukti melakukan perbuatan berupa penyalahgunaan dana pembayaram UKT mahasiswa, melakukan pungutan diluar ketentuan dan meminta sesuatu berhubungan dengan jabatan. 

"Oknum dosen tersebut terbukti dan mengaku melakukan perbuatan tersebut. Ini merupakan akumulasi dari dua kasus sebelumnya sehingga oknum tersebut mendapatkan sanksi kategori sedang," jelas Muhhamad Yunus Kasim pada Jumat (13/1/2022).

Muhhamad Yunus Kasim mengatakan sanksi yang diberikan berupa dinonaktifkan dari tugas akademik dan tidak diberikannya tunjangan kinerja selama satu semester.

Muhammad Yunus menghimbau kepada seluruh mahasiswa ketika mendapatkan perlakuan serupa dari dosen untuk tidak segan untuk melaporkannya. 

"Saya menghimbau kepada mahasiswa ketika mendapatkan perlakuan serupa dari dosen untuk dapat melapor kepada pihak dekanat. Kalau ada merasa dirugikan boleh melapor," ujar Muhhamad Yunus. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved