Sulteng Hari Ini

Bantah Keroyok Mantan Bhayangkari di Kota Palu, Pengacara Istri Polisi: Tak Ada Pengeroyokan

Kejadian itu sebenarnya tidak seperti tudingan yang termuat dalam laporan Yenny L.

Penulis: Moh Salam | Editor: mahyuddin
handover
Advokat Zainudin dan dua rekannya Abdul Halik serta Adi Gama yang tergabung dalam kantor hukum Pasigala For Justice Law Office 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pengacara hukum Cynthia S membantah tudingan pengeroyokan terhadap Yenny L.

Bantahan itu mengacu pada laporan Yenny L bernomor: LP/261/IX/2022/SKPT/Polda Sulteng, tanggal 9 September 2022. 

Advokat Zainudin dan dua rekannya Abdul Halik serta Adi Gama yang tergabung dalam kantor hukum Pasigala For Justice Law Office menyebut laporan Yenny L sarat dengan kebohongan dan mengada-ada.

Dia mengatakan, kejadian itu sebenarnya tidak seperti tudingan yang termuat dalam laporan Yenny L.

"Benar, klien kami bersama mantan suami Yenny L dan seorang perempuan mendatangi kos-kosan Yenny. Tetapi bukan pergi ribut, melainkan untuk mengklarifikasi suatu kabar yang memang menyudutkan klien kami," ujar Zainuddin di Redaksi TribunPalu.com, Jl Emmy Saelan, Kecamatan Palu Selatan, Senin (16/1/2023).

Sesampainya di kosan mantan Bhayangkari itu, Jl Purnawirawan I, Palu Selatan, Yenny L langsung meneriaki dan menyerang Cynthia S.

Keributan keduanya tak terhindarkan hingga membuat mantan suami Yenny L dan seorang perempuan melerai pertikaian keduanya.

Baca juga: Dikeroyok Istri Polisi Polda Sulteng, Mantan Bhayangkari Malah Jadi Tersangka

Tidak terima dilerai, Yenny L masih mengamuk hingga sang mantan suami yang juga seorang polisi melepas pelukan tari tubuh Yenny.

Yenny L langsung melanjutkan serangannya terhadap Cynthia S yang berstatus sebagai anggota Bhayangkari.

"Jadi tidak ada pengeroyokan di situ. Adapun mungkin ada bekas tergores di kulit Yenny L karena ekses buruk dari upayanya meronta, menyerang klien kami," ujar Zainudin.

Dia juga membantah komentar pengacara hukum Yenny L yang menyebut laporan Cynthia S usai kejadian itu hanya untuk memaksakan upaya damai.

"Itu keliru. Benar ada laporan kami terkait dugaan penganiayaan pada klien kami yang diduga dilakukan Yenny L dengan nomor laporan: LP/262/IX/2022/SPKT/Polda Sulteng, tanggal 10 September 2022, memang ada upaya damai yang kami tawarkan, tapi itu murni inisiatif kami selaku Advokat Profesional," jelas Zainudin.

Baca juga: Bhayangkari Sulteng Gelar Seminar Pencegahan Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak di Kota Palu

Adapun alasan Cynthia S turut mengajukan laporan, menurut Zainudin, untuk mengedepankan perdamaian sebagai alternatif pertama dalam persoalan hukum, sebab keadilan tertinggi adalah perdamaian.

Hal tersebut juga senada dengan PERKAPOLRI No. 8 Tahun 2021 Tentang Penanganan tindak pidana berdasarkan keadilan Restoratif.

"Jadi kalau dibilang itu keinginan klien kami, itu salah bos. Kami yang selaku penasihat hukum yang baik, menawarkan itu pada klien kami," ucap Zainudin.(*)

  • Tribun Shopping

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved