Palu Hari Ini

Film Dokumenter Asal Kota Palu Bakal Tayang di Jerman, Ceritakan Konflik Antara Manusia dan Buaya

Film Dokumenter Saya di Sini, Kau di Sana lolos masuk ke Kompetisi Internasional di ajang International Short Film Festival Oberhausen 2023, Jerman.

Penulis: Citizen Reporter | Editor: Putri Safitri
Youtube
Film Dokumenter Saya di Sini, Kau di Sana 

TRIBUNPALU.COM - Film Dokumenter berjudul 'Saya di Sini, Kau di Sana' bakal tayang di Jerman.

Diketahui Film Dokumenter Saya di Sini Kau di Sana lolos masuk ke Kompetisi Internasional di ajang International Short Film Festival Oberhausen 2023, Jerman.

Rencananya Film Dokumenter ini akan tayang dalam gelaran Festival Film Pendek Oberhausen 2023 di Jerman, pada 26 April - 1 Mei 2023.

Film Saya di Sini Kau di Sana disutradarai oleh Taufiqurrahman Kifu, pendiri Forum Sudut Pandang asal Kota Palu.

Film ini dirilis pada 28 September 2022, bertepatan dengan empat tahun bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Lembah Palu.

Film Saya di Sini Kau di Sana merupkan salah satu dari empat film yang diluncurkan oleh Sinekoci Film Lab yang bertajuk “Hidup Dengan Bencana”.

Sinekoci Film Lab merupakan organisasi perfilman mandiri yang juga berbasis di Kota Palu.

Dikutip dari situs resmi Forum Film Dokumenter, Film Saya di Sini Kau di Sana menceritakan soal kehidupan Buaya dan manusia yang harus berbagi ruang hidup di dalam zona merah atau zona rawan tsunami di Kota Palu.

Film Saya di Sini Kau di Sana pun memperlihatkan konflik antara Buaya dan manusia di Teluk Palu.

Diketahui sudah ada beberapa korban yang tergigit oleh Buaya pascabencana tsunami di Palu.

Kemunculan Buaya di pantai Teluk Palu pun membuat masyarakat resah.

Pengamat satwa dari Universitas Tadulako (Untad), Golar menilai kejadian tersebut tidak terlepas dari terganggunya keseimbangan ekosistem Buaya.

Ia menduga habitat asli Buaya rusak akibat bencana pada 2018.

Pasalnya, Kota Palu dan Donggala pernah dilanda gempa magnitudo 7,4 kemudian disusul gelombang tsunami.

Di sisi lain, kata Golar, belum ada data riil mengenai daya dukung lingkungan ekosistem Buaya khususnya di Kota Palu.

Hal tersebut dinilai turut menyulitkan upaya pengendalian polulasi dan strategi pembiakan, serta penyebaran Buaya agar tidak bersinggungan dengan aktivitas manusia. (*)

Sumber: Tribun Palu
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved