Palu Hari Ini

Pemkot Palu Siapkan Tiga Lahan Pemakaman, Satu Diantaranya Masih Kosong

DLH Kota Palu menyediakan setidaknya tiga tempat pemakaman jenazah untuk warga.

Penulis: Lisna | Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Foto Ilustrasi - Tempat Pemakaman di Kota Palu. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Lisna

TRIBUNPALU.COM, PALU – Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyediakan setidaknya tiga tempat pemakaman jenazah untuk warga.

Tiga lahan pemakanan tersebut, yaitu di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Poboya, Lambara, dan TPU Tavanjuka.

Lokasi TPU Poboya terletak di Dusun I Kelurahan Poboya Kecamatan Palu Timur, Kota Palu dengan luas area 25 Hektar.

Jarak lokasi TPU Poboya dari Pusat Kota Palu sekitar 7 Km.

Baca juga: Sejak Tekuni Dunia Public Speaking, Mahasiswa di Kota Palu Ini Rutin Tampil di Event Bergengsi

Berdasarkan data terakhir September 2022, jumlah pemakaman di TPU Poboya mencapai 849 makam, 488 merupakan makam Kristen dan 283 makam jenazah terinfeksi Covid, dan 78 korban tsunami.

Sedangkan, TPU Lambara merupakan pemakaman yang terletak di Desa Lambara, Kecamatan Tawaeli dengan luas wilayah 2,5 hektar.

Pemakaman Lambara ini merupakan pemakaman kedua dibuka oleh DLH.

Adapun TPU yang masih luas dan baru dibuka sejak 2021 ini bertempat di Kelurahan Tavanjuka, di Kecamatan Tatanga, Kota Palu dengan luas 1 Hektar.

Menurut Kepala Seksi Pemakaman DLH Kota Palu Suharni mengatakan saat ini TPU yang disediakan pemerintah masih terbilang luas, artinya daya tampung lahan masih banyak kosong.

“Tiap TPU kita bagi blok ada Kristen, muslim, hindu, Buddha. Tapi yang terisi baru dua Muslim dengan Kristen,” ujarnya saat ditemui di Kantor DLH Kota Palu, Jl Pipit, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu Selasa (24/1/2023).

“Seperti yang kita ketahui di Kota Palu ini masih banyak pemakaman yang dikelola kelurahan atau lahan keluarga. Tapi sejauh ini pemakaman diisi oleh makam umat Kristen,” tambah Suharni.

Lebih Lanjut, kedepannya DLH akan menata pemakaman dengan pemasangan plakat secara seragam.

“Rencananya kita akan seragamkan pelakat, kita mulai di TPU Popoya. Tapi secara bertahap saat ini baru sekitar 200 pelakat yang kita buat,” tutupnya.(*)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved