Gegara Ulah Chelsea di Bursa Transfer, UEFA Langsung Bertindak Tegas Ubah Aturan FFP

Langkah yang dilakukan Chelsea di bursa transfer musim dingin tahun ini menjadi sorotan.

Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Chelsea mendatangkan pemain Shakhtar Donetsk, Mykhailo Mudryk. 

TRIBUNPALU.COM - Langkah yang dilakukan Chelsea di bursa transfer musim dingin tahun ini menjadi sorotan.

Kontrak jangka panjang yang diberlakukan Chelsea pada pemain barunya menuai pro dan kontra.

Bahkan, UEFA harus turun tangan mengubah aturan akibat kelakukan Chelsea di bursa transfer.

Bursa transfer musim dingin pada Januari ini menjadi bursa transfer pertama bagi pemilik baru Chelsea, Todd Boehly dan sang pelatih Graham Potter.

Baca juga: Chelsea Bakal Kehilangan Pemain Bintang, Everton Siap Bayar Rp 465 Miliar

Tak ayal, Chelsea seolah ‘kalap’ dalam berbelanja pemain dan sudah merekrut enam pemain, yaitu Mykhaylo Mudryk, Benoit Badiashile, Noni Madueke, Andrey Santos, Datro Fofana, dan Joao Felix.

Yang menarik dari transfer Chelsea, mereka memberikan kontrak jangka panjang untuk para pemain barunya, misalnya dalam kasus perekrutan Mudryk.

Mudryk didatangkan dengan biaya transfer 89 juta Poundsterling, namun ia dikontrak jangka panjang bersama The Blues, yakni selama 8,5 tahun.

Langkah ini diambil Chelsea untuk bisa menekan biaya transfer Mudryk dan dicicil sesuai jangka kontrak, sehingga laporan keuangan Chelsea per tahun tetap sehat.

Seperti pada kontrak Mudryk, 89 juta Poundsterling dibayar selama 8,5 tahun, yang berarti Chelsea hanya perlu melaporkan pengeluaran 11 juta Poundsterling per tahun kepada UEFA.

Dengan begitu, laporan keuangan Chelsea tetap sehat dan The Blues terlihat tak melanggar aturan Financial Fair Play dari UEFA.

Hal sama juga dilakukan Chelsea pada para pemain lainnya yang baru mereka datangkan. Badiashile dan Fofana dikontrak selama 6,5 tahun, sementara Madueke terikat kontrak selama 7,5 tahun.

Dilansir dari BBC Sport, UEFA dikabarkan akan membuat aturan FFP baru yang membatasi durasi kontrak seorang pemain kepada sebuah klub menjadi maksimal lima tahun.

Pada aturan UEFA yang berlaku sekarang, klub bisa menghabiskan uang untuk transfer hanya 5 juta Euro, lebih banyak dibandingkan total pemasukan klub selama tiga tahun.

Batas tersebut bisa berubah menjadi 30 juta Euro di atas pemasukan, apabila biaya transfer sepenuhnya ditutupi biaya pribadi pemilik klub.

UEFA mempunyai sejumlah hukuman yang akan diberikan kepada klub yang melanggar aturan FFP ini, mulai denda bahkan kehilangan gelar Eropa.

Secara keseluruhan mulai musim panas 2022 lalu, Chelsea telah menghabiskan 460,49 juta Euro atau setara dengan Rp7,52 triliun untuk biaya transfer pemain.

Sementara itu untuk bursa transfer Januari 2023 saja, Boehly telah merogoh kocek total 178,50 juta Euro atau hampir Rp3 triliun untuk mendatangkan enam pemain baru.(*)


(TribunPalu.com/TribunJogja.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved