Rabu, 22 April 2026

Palu Hari Ini

Palu Masuk Kategori Kota Ramah Keluarga, Ini Respon Hadianto

Ketua TP PKK Kota Palu Diah Puspita bersama Dinas BP3A Kota Palu, BP2KB Kota Palu, dan BKKBN Sulteng menemui Walikota Palu Hadianto Rasyid. 

Editor: Haqir Muhakir
Handover
Indikator program Kota Ramah Keluarga itu yakni terkait penurunan angka perceraian, penurunan angka pernikahan anak, penurunan angka kekerasan pada anak, terpenuhinya hak-hak anak, dan penurunan angka stunting 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Ketua TP PKK Kota Palu Diah Puspita bersama Dinas BP3A Kota Palu, BP2KB Kota Palu, dan BKKBN Sulteng menemui Walikota Palu Hadianto Rasyid

Hal itu untuk membahas program Kota Ramah Keluarga.

Pertemuan tersebut juga menyampaikan hasil pertemuan pada pelatihan program Kota Kita Ramah Keluarga yang digagas oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) bekerjasama dengan Yayasan DEMI KITA di Kota Bogor.

"Kota Palu masuk dalam kategori 9 kota di Indonesia yang menjadi percontohan kota ramah keluarga," kata Ketua TP PKK Kota Palu Diah Puspita, Selasa (7/2/2023).

Indikator program Kota Ramah Keluarga itu yakni terkait penurunan angka perceraian, penurunan angka pernikahan anak, penurunan angka kekerasan pada anak, terpenuhinya hak-hak anak, dan penurunan angka stunting.

Senada dengan itu Walikota Palu Hadianto menyambut positif program kerja yang dicanangkan tersebut.

Ia berharap, agar program tersebut benar-benar direalisasikan dengan indikator-indikator yang jelas, demi mengetahui capaian targetnya.

"Saya mau betul-betul diterapkan dan dilaksanakan, dan kemudian yang menjadi indikator-indikator capaian itu harus jelas, untuk mengetahui apakah target kita itu untuk menjadikan kelurahan menjadi keluarga yang ramah itu terpenuhi atau tidak, dan kapan target keterpenuhannya itu, jangan hanya mencanangkan lalu kemudian tidak dikawal," ujar Walikota Palu.

Kata Hadianto, dalam program Kota Ramah Keluarga tersebut, ia menyarankan untuk menargetkan final projek ke beberapa kelurahan terlebih dahulu, agar lebih mudah tercapai dengan maksimal.

"Jelas seluruh kelurahan pasti harus, hanya saja harus ada yang menjadi final project, karena jika tidak ada maka tidak akan ada yang bisa difokuskan, entah lima kelurahan, karena kita berbicara tentang serapan atau alokasi penguatan yang akan kita kawal, jika langsung semuanya akan sulit, kemudian dari lima kelurahan itu berhasil, baru bergeser. Makanya perlu target waktu pencapaiannya dan indikator-indikator penilaiannya itu seperti apa harus jelas ukurannya," tuturnya. 

"Untuk tidak hanya berhenti pada beberapa OPD tersebut, melainkan dapat bekerjasama dengan dinas-dinas lain yang dianggap memiliki tujuan yang sama dengan program tersebut demi memaksimalkannya," kata Hadianto. 

Pertemuan itu Hadianto Rasyid didampingi Sekda Kota Palu Irmayanti di ruang kerja Walikota Palu, Kelurahan Tanamonindi, Mantikulore, Palu. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved