Sulteng Hari Ini
Ini Langkah BKSDA Sulteng Mencegah Konflik Satwa dengan Manusia
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah, Hasmuni Hasmar turut berduka cita dan prihatin atas dua kejadian yang menimpa warga
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Jolinda Amoreka
TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah, Hasmuni Hasmar turut berduka cita dan prihatin atas dua kejadian yang menimpa warga Tojo Unauna.
Pada beberapa waktu lalu dua warga Tojo Una-Una telah meninggal dunia akibat serangan buaya, untuk itu Hasmuni Hasmar turut berbelasungkawa atas kejadian tersebut.
Hasmuni Hasmar menjelaskan bahwa pada dasarnya buaya adalah satwa liar yang cenderung menyerang manusia jika diganggu.
"Buaya itu kan satwa liar, pasti dia akan menyerang manusia jika diganggu. Terus buaya ini memiliki sifat pendendam jika sudah diganggu, dia ingat itu," ujar Hasmuni Hasmar.
Baca juga: Ada Upaya Menghalangi Penyidikan Dugaan Korupsi Proyek Talud di Banggai
Hasmuni Hasmar menjelaskan sehingga hal tersebut bisa menimbulkan konflik diantara hewan satwa dan manusia.
"Konflik antara manusia dan satwa liar terjadi akibat sejumlah interaksi negatif antara manusia dan satwa liar," jelas Hasmuni Hasmar.
Untuk meniminalisir potensi konflik tersebut, BKSDA telah melakukan sejumlah tindakan prevenrentif seperti pemasangan baliho tanda bahaya disejumlah titik rawan buaya serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Hasmuni Hasmar berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Kepala-Balai-Konservasi-Sumber-Daya-Alam-BKSDA-Sulawesi-Tengah-Hasmuni-as.jpg)