Kamis, 9 April 2026

Banggai Hari Ini

Tekan Risiko Stunting, Dinas P2KBP3A Banggai Salurkan Bantuan BKB KIT

Dinas P2KBP3A Banggai memberikan penyuluhan dan edukasi kepada orangtua untuk menekan risiko stunting dengan menggandeng TP-PKK Kabupaten Banggai.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Dinas P2KBP3A Banggai memberikan penyuluhan dan edukasi kepada orangtua untuk menekan risiko stunting dengan menggandeng TP-PKK Kabupaten Banggai. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI – Upaya menekan risiko stunting terus dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Banggai

Penyuluhan dan edukasi kepada orangtua dilakukan dengan menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Banggai.

Plt Kepala Dinas P2KBP3A Banggai, Nurdjalal mengatakan, untuk menekan risiko stunting, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah mengampanyekan pentingnya pemberian protein hewani kepada anak utamanya anak usia di bawah 2 tahun. 

Selain ikan, kata Nurdjalal, orang tua juga dapat memberikan asupan protein berupa telur ayam kepada anak.

Baca juga: Kolaborasi Telkom dan TribunPalu.com Salurkan Bantuan Gizi ke Balita Berisiko Stunting di Kota Palu

“Disarankan mengonsumsi telur ayam setiap hari minimal 1 butir, dengan tetap berkonsultasi dengan dokter yang ada di posyandu,” ujar Nurdjalal saat menyerahkan bantuan BKB KIT Stunting di Desa Bubung, Kecamatan Luwuk Selatan, Jumat (1/9/2023).

Selain di Desa Bubung, bantuan serupa juga diberikan kepada kelompok BKB Nanda, Kelurahan Maahas.

Nurdjalal melaporkan bahwa masih terdapat 18 anak berisiko stunting di Desa Bubung. 

Untuk itu, Ia berharap TP PKK yang ada di desa/kelurahan berperan aktif memantau perkembangan anak dan ibu hamil, terutama dalam pemberian asupan gizi di keluarga.

Ketua TP PKK Banggai Syamsuarni Amirudin pada kesempatan itu mendorong para ibu agar rutin membawa anak ke posyandu. 

Baca juga: Jelang Operasi Zebra Tinombala 2023, Polres Banggai Gelar Lat Pra Ops

Dengan begitu, tumbuh kembang anak dapat terus terpantau. Begitu pula dengan ibu hamil.

“Kegiatan yang dilaksanakan di posyandu ini dalam rangka untuk memonitoring perkembangan anak. Jangan sampai ada yang terdeteksi berisiko stunting,” ujar Syamsuarni.

Syamsuarni juga mengingatkan agar bantuan yang diberikan oleh pemerintah dapat dimanfaatkan secara tepat, bukan dialihkan pada hal-hal yang tidak sesuai peruntukannya.

Adapun bantuan BKB kit stunting yang diserahkan yakni berupa alat bantu tumbuh kembang anak seperti kalender pengasuhan 1.000 HPK, alat permainan edukatif, dan media penyuluhan bagi orang tua. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved