Sabtu, 11 April 2026

Palu Hari Ini

Monitoring Program Kafe Om, BPOM di Palu Sebut Mahasiswa Edukasi 10.265 Komunitas se Sulteng

Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu menggelar monitoring dan evaluasi program Kafe Om (KKN Asyik menjadi Fasilitator Edukasi Obat dan Makan

Penulis: Lisna Ali | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu menggelar monitoring dan evaluasi program Kafe Om (KKN Asyik menjadi Fasilitator Edukasi Obat dan Makanan). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Lisna

TRIBUNPALU.COM, PALU - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu menggelar monitoring dan evaluasi program Kafe Om (KKN Asyik menjadi Fasilitator Edukasi Obat dan Makanan).

Kegiatan itu berlangsung di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jl Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Besusu Barat, Palu Timur, Kota Palu, Rabu (13/9/2023).

Diketahui program Kafe Om adalah inisiasi kerjasama Balai POM di Palu dan perguruan tinggi di Sulawesi Tengah yang menjadikan program KKN sebagai sarana penyebaran informasi pengawasan Obat dan Makanan.

Bentuk edukasi tahun 2023 ini difokuskan untuk mendukung program percepatan penanggulangan stunting di Sulawesi Tengah.

Baca juga: Jadwal KM Lambelu September 2023:Rute Palu - Balikpapan Berangkat Akhir Pekan Ini,Ini Harga Tiketnya

Dalam pelaksananya program Kafe om melibatkan mahasiswa untuk menjadi Agen/fasilitator Edukasi berjumlah 100 mahasiswa.

Dengan target komunitas yang diedukasi masing-masing mahasiswa sebanyak 100 komunitas, dengan total komunitas yang teredukasi 10.000 komunitas di 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tengah.

Kegiatan tersebut berlangsung selama kurang lebih 1 bulan, yaitu sejak 5 Agustus hingga evaluasi kegiatan 13 September 2023.

Kepala BPOM di Palu Agus Riyanto menuturkan bahwa hasil pelaksanaan inovasi Kafe Om ini sangat memuaskan, agen edukasi berhasil menjalankan tugasnya kepada 1.265 komunitas se-Sulawesi Tengah.

“Jauh lebih meningkat dari target yang ditentukan,” kata Agus Riyanto.

Baca juga: Loker Sulteng September 2023: Ada Penempatan Perusahaan Tambang di Morowali

Agus Riyanto mengatakan komunitas yang diedukasi terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, ibu dengan balita/anak stunting, remaja putri usia 16-21 tahun serta pelaku usaha pangan olahan dan pangan siap saji.

Lebih lanjut, Kepala BPOM di Palu berharap melalui intervensi ini diharapkan masyarakat mendapatkan pemahaman tentang keamanan Obat dan Makanan khususnya dalam peningkatan pemahaman tentang keamanan pangan dalam upaya pencegahan kejadian Stunting di Sulawesi Tengah.

"Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat akan terbentuk masyarakat yang cerdas dalam memilih obat dan makanan aman," kata Agus Riyanto.

Adapun evaluasi KAFE obat dan makanan tersebut dihadiri oleh seluruh agen yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan dan Koordinator Pusbang Masyarakat & KKN Universitas Tadulako, serta Pendamping dari BPOM di Palu. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved