Banggai Hari Ini

Penanganan Karhutla di Banggai Butuh Sinergitas Pemangku Kepentingan

Peserta apel terdiri dari gabungan saf dan Satuan fungsi Polres Banggai, Dinkes, BPBD, Satpol PP, Damkar, serta Polisi Kehutanan (Polhut).

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: mahyuddin
handover
Apel siaga penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) digelar di Polres Banggai, Kamis (14/9/2023). Apel itu dipimpin Wakapolres Kompol Margiyanta, dan dihadiri unsur Forkopimda Banggai beserta Kapolsek jajaran. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Apel siaga penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) digelar di Polres Banggai, Kamis (14/9/2023).

Apel itu dipimpin Wakapolres Kompol Margiyanta, dan dihadiri unsur Forkopimda Banggai beserta Kapolsek jajaran.

Peserta apel terdiri dari gabungan saf dan Satuan fungsi Polres Banggai, Dinkes, BPBD, Satpol PP, Damkar, serta Polisi Kehutanan (Polhut).

Wakapolres Banggai Kompol Margiyanta menyampaikan, Karhutla menjadi permasalahan yang serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

"Karhutla perlu menjadi perhatian kita bersama karena memiliki dampak yang luas, seperti gangguan kesehatan masyarakat, kerusakan ekosistem, dan dampak ekonomi negara," ujarnya.

Baca juga: Tayang November 2023! Ini Sinopsis Film Saranjana Kota Ghaib, Kisah Misteri Asal Kalimantan

Sesuai penekanan Presiden RI Joko Widodo dalam Rakornas pengendalian Karhutla beberapa waktu lalu, maka Polres Banggai berkomitmen untuk serius menangani Karhutla dengan pendekatan yang responsif, partnersip, dan solutif.

Penanganan Karhutla, kata Margiyanta, harus dilakukan dengan sinergitas seluruh pemangku kepentingan terkait, supaya hasilnya memiliki dampak dari setiap tindakan dan upaya yang dilakukan.

"Mari menggerakkan masyarakat sekitar bersama Kepala Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang kita sebut 3 pilar desa, didukung dengan tim penyuluh dari instansi terkait," kata dia.

Kompol Margiyanta menekankan, dalam menangani Karhutla perlu melakukan sosialisasi, penyuluhan, dan pengawasan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. 

Selain itu, penting juga untuk memahami aturan hukum terkait Karhutla dan menyampaikan dampak negatif dan risiko hukum kepada masyarakat.

Dengan melaksanakan apel siaga Karhutla ini, diharapkan dapat bekerja sama dalam menekan angka titik api di Kabupaten Banggai

"Tetap jaga kesehatan, kekompakan, dan disiplin dalam melaksanakan tugas dengan baik, ikhlas dan tanggung jawab," pesannya.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Disebut Generasi Emas, Marc Klok Akui Kehebatan 2 Pemain Naturalisasi

Sekadar diketahui, dalam sebulan terakhir, Karhutla melanda wilayah Kabupaten Banggai, terutama di Desa Batu Hitam, Mecamatan Nuhon, dan Desa Tombang, Kecamatan Pagimana.

Peristiwa itu mengkibatkan ratusan tanaman warga dan puluhan hektare lahan warga ludes terbakar.

Selain karena musim kemarau, Karhutla di dua tempat tersebut belum diketahui penyebabnya, apakah sengaja dibakar atau murni faktor alam.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved