Perang Gaza
Ultimatum Hamas, Israel Ancam Serbu RS Al Shifa di Gaza
Militer Israel telah mengumumkan rencana untuk melaksanakan "operasi" terhadap Hamas Palestina di Rumah Sakit Al-Shifa pada Rabu (15/11/2023).
TRIBUNPALU.COM - Militer Israel telah mengumumkan rencana untuk melaksanakan "operasi" terhadap Hamas Palestina di Rumah Sakit Al-Shifa pada Rabu (15/11/2023).
Menurut laporan dari Reuters, Israel meminta seluruh anggota Hamas yang berada di rumah sakit tersebut untuk menyerah.
Pernyataan ini dikeluarkan kurang dari satu jam sebelumnya, sekitar pukul 1 malam waktu setempat (06.00 WIB), oleh juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza yang menyatakan bahwa Israel berencana untuk menyerbu kompleks Rumah Sakit Al-Shifa "dalam beberapa menit ke depan."
Lima minggu setelah Israel memulai serangannya di Gaza, nasib RS Al-Shifa telah menjadi fokus kekhawatiran dunia karena memburuknya kondisi di rumah sakit tersebut.
Penderitaan yang dirasakan warga sipil Gaza telah mendorong seruan gencatan senjata, yang terus menerus ditolak oleh PM Israel Benjamin Netanyahu.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan Hamas memiliki pusat komando di bawah rumah sakit Al-Shifa, rumah sakit yang terbesar di Gaza, dan menggunakan rumah sakit dan terowongan di bawahnya untuk menyembunyikan operasi militer dan menyandera.
Hamas membantah tuduhan tersebut.
Pasukan Israel melancarkan pertempuran jalanan yang sengit melawan pejuang Hamas selama 10 hari terakhir sebelum maju ke pusat Kota Gaza dan sekitar Al-Shifa.
Israel telah bersumpah untuk menghancurkan Hamas sebagai pembalasan atas serangan kelompok militan tersebut pada 7 Oktober.
Israel mengatakan Hamas membunuh 1.200 orang dalam serangan itu dan menyandera lebih dari 240 orang.
Sementara Israel sendiri telah menewaskan lebih dari 11.000 orang dalam serangan balasannya.
Krisis di RS Al-Shifa
Hamas mengatakan 650 pasien dan 5.000-7.000 warga sipil terjebak di dalam halaman rumah sakit Al-Shifa, yang dibombardir penembak jitu dan drone Israel.
Di tengah krisis bahan bakar, air dan persediaan akibat blokade Israel, dikatakan 40 pasien RS Al-Shifa telah meninggal dalam beberapa hari terakhir.
Tanpa bahan bakar generator untuk menyalakan inkubator, bayi-bayi dijaga agar tetap hangat sebisa mungkin.
Warga Palestina yang terjebak di rumah sakit menggali kuburan massal pada hari Selasa untuk menguburkan pasien yang meninggal.
Ashraf Al-Qidra, juru bicara kementerian kesehatan Gaza mengatakan ada sekitar 100 mayat membusuk di dalam dan tidak ada cara untuk mengeluarkannya.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga sangat prihatin dengan “hilangnya nyawa secara dramatis” di rumah sakit, kata juru bicaranya.
“Atas nama kemanusiaan, Sekjen menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera,” kata juru bicara itu kepada wartawan.
Update terkini
Berikut rangkuman peristiwa yang terjadi seputar perang Israel-Hamas hingga Rabu (15/11/2023) dini hari di Gaza, mengutip Al Jazeera.
- Seorang dokter di Al-Shifa melaporkan terjadinya penembakan dan pemboman yang terus menerus di sekitar pusat medis.
Pasien dan petugas kesehatan terpaksa pindah ke lorong demi keselamatan.
Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan rumah sakit tersebut berada dalam “lingkaran kematian”.
- Kantor berita Reuters menyebutkan Israel telah menyetujui pengiriman bahan bakar untuk truk PBB di Gaza.
Meskipun Israel, PBB dan Hamas belum mengomentari laporan tersebut, jika benar, pengiriman tersebut akan mewakili pasokan bahan bakar pertama yang diizinkan masuk ke wilayah kantong tersebut sejak 7 Oktober.
- Seruan untuk evakuasi pasien di Rumah Sakit al-Shifa semakin meningkat setelah beredar foto bayi prematur tanpa alat bantu hidup.
Pejabat kesehatan Gaza mengatakan pemindahan pasien tidak mungkin dilakukan karena pertempuran tersebut.
- Organisasi medis Doctors Without Borders (MSF) mengatakan 15 pekerja medis telah diizinkan memasuki Jalur Haza, yang merupakan entri pertama sejak perang dimulai.
Hal ini terjadi ketika PBB melaporkan lebih dari separuh rumah sakit di Gaza tidak berfungsi.
- Israel mengatakan pihaknya telah mengambil alih kendali operasional kamp pengungsi al-Shati, yang merupakan rumah bagi lebih dari 90.000 penduduk sebelum perang.
Mereka mengatakan pasukan mereka memperketat cengkeraman mereka di Jalur Gaza utara.
- Puluhan ribu demonstran berkumpul di Washington, DC, menggarisbawahi berlanjutnya dukungan luas terhadap Israel di AS dan penolakan terhadap gencatan senjata.
- Israel mengatakan pihaknya mencegat sebuah rudal di atas Laut Merah ketika sirene dibunyikan di Eilat.
Kelompok Houthi mengatakan mereka meluncurkan rentetan rudal ke arah Israel.
- Di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon, pertempuran terus berlanjut.
Militer Israel mengatakan pihaknya menyerang pos pengamatan Hizbullah dan posisi lainnya setelah peluncuran dilakukan oleh pejuang di Lebanon.
- Setidaknya tujuh warga Palestina tewas dan lima rumah hancur dalam penggerebekan Israel di kamp pengungsi Tulkarem di Tepi Barat yang diduduki.(*)
(TribunPalu.com/Tribunnews.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Militer-israel-adafsagag.jpg)