Rabu, 22 April 2026

Sulteng Hari Ini

FKUB Sulteng Sosialisasikan Moderasi Beragama di Kabupaten Donggala

Ketua FKUB Donggala Hans Lage menyambut baik dan mendukung FKUB Sulteng untuk bersama-sama menyosialisasikan Moderasi Beragama.

Penulis: Zulfadli | Editor: mahyuddin
Handover
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah mensosialisasikan konsepsi Moderasi Beragamadi Kabupaten Donggala, untuk membentuk umat beragama yang moderat.  

Laporan Wartawan TribunPalu.Com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah mensosialisasikan konsepsi Moderasi Beragamadi Kabupaten Donggala, untuk membentuk umat beragama yang moderat. 

Ketua FKUB Sulteng Prof Zainal Abidin menyebutkan, Moderasi Beragama, bukanlah moderasi dalam praktek kehidupan beragama. 

"Yang ingin dituju adalah kerukunan yang  tidak perlu mengorbankan keyakinan dan kemurnian masing-masing agama," ucap Prof Zainal Abidin di Sekretariat FKUB Donggala, Sulawesi Tengah, melalui rilis tertulisnya, Senin (24/6/2024).

Kegiatan itu merupakan hasil kerja sama FKUB Sulteng dan FKUB Donggala, Kementerian Agama Donggala, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala.

Sosialisasi itu dihadiri 50 tokoh-tokoh lintasagama dari Kabupaten Donggala

"Kami menghendaki para penganut agama memiliki  iman yang kokoh terhadap ajaran agamanya  masing-masing, tetapi di sisi lain bersifat  terbuka dalam menerima dan mengapresiasi  keyakinan penganut agama lain, sehingga  memungkinkan mereka untuk hidup bersama,  toleran, dan saling mendukung dalam  kehidupan sosial sebagai sesama anak bangsa," ujar Prof Zainal Abidin. 

Baca juga: Pemprov Sulteng Dirikan Dapur Umum untuk Warga Terdampak Banjir Bandang di Donggala

Guru Besar sekaligus Pakar Pemikiran Islam Modern UIN Datokarama itu menyebut, FKUB Sulteng berkepentingan melibatkan multi pihak seperti pemerintah dan Kementerian Agama, serta FKUB kabupaten/kota untuk meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama melalui pendekatan moderasi beragama.

"Tidak ada kerukunan tanpa toleransi. Dalam konteks sosial kemasyarakatan hidup rukun dan damai adalah harapan semua orang. Oleh karena itu, FKUB berkepentingan men-sosialisasikan moderasi beragama," kata Prof Zainal Abidin.

Ia menyebut, setiap pribadi membutuhkan nilai-nilai toleransi dan orang lain juga membutuhkan nilai-nilai yang sama, karena bertoleransi berarti belajar berdamai dengan diri sendiri sebelum berdamai dengan orang lain.

"Dengan toleransi, umat beragama akan bisa menjunjung tinggi perbedaan, dan mengedepankan persamaan dalam kehidupan sosial keagamaan," ucap Prof Zainal Abidin. 

Ketua FKUB Donggala Hans Lage menyambut baik dan mendukung FKUB Sulteng untuk bersama-sama menyosialisasikan Moderasi Beragama.

Baca juga: Pemprov Sulteng Dirikan Dapur Umum untuk Warga Terdampak Banjir Bandang di Donggala

Hans Lage menyebut Kabupaten Donggala terdapat dua desa yang telah dicanangkan sebagai desa Moderasi Beragama, yaitu Desa Labuan Bajo dan Desa Watatu.

Kepala Kementerian Agama Donggala Rusdin terus berupaya meningkatkan kualitas kerukunan dan kedamaian, menjadi tanggung jawab semua pihak. 

Oleh karena itu, kata dia, Moderasi Beragama sangat penting disosialisasikan.

"Dan ini tentu menjadi satu program prioritas Kemenag, yang harus didukung oleh semua tokoh-tokoh lintas agama dan stakeholder," imbuh Rusdin.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved