Protes Pelabuhan Penumpang Pindah
DPRD Sulteng Jadwalkan Pemanggilan Dishub, Bahas Solusi Buruh di Pelabuhan Pantoloan
Menurut Politisi Gerindra itu, pemerintah provinsi juga harus mempertimbangkan perpindahan pelabuhan tersebut.
Laporan Wartawan TribunPalu.Com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Ketua Komisi IV DPRD Sulteng Alimuddin Paada berencana memanggil beberapa dinas terkait guna mencari solusi atas dipindahkannya pelabuhan bongkar muat Kapal Pelni dari Pantoloan Kota Palu ke Kabupaten Donggala.
Hal itu diungkapkan usai pertemuan dengan perwakilan buruh bagasi yang menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulteng, Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Senin (8/7/2024).
“Setelah pertemuan ini kami akan meminta mereka menyurat dulu ke gubernur tembusnya ke DPRD Sulteng. Nanti kami akan mengundang Dinas Perhubungan dan Dirjen Perhubungan laut untuk membicarakan solusi atas masalah ini,” ungkap Alimuddin Paada.
Menurut Politisi Gerindra itu, pemerintah provinsi juga harus mempertimbangkan perpindahan pelabuhan tersebut.
Pasalnya, banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya di Pelabuhan Pantoloan.
“Saya kira harus ada pertimbangan yang matang oleh pemerintah untuk memindahkan, karena tidak semudah itu prosesnya, kalau memang harus dipindahkan sebaiknya ada solusi yang menolong masyarakat khususnya di sekitar pelabuhan,” ucap Alimuddin Paada.
Baca juga: Ketua FSPMI Sebut 900 Buruh Pantoloan Palu Terancam Kehilangan Pekerjaan
Sebelumnya, buruh dan pedagang kaki lima Pelabuhan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulteng.
Mereka menolak pengalihan bongkar muat Kapal Pelni dari Pelabuhan Pantoloan ke Pelabuhan Donggala.
Pendemo menilai, pengalihan tersebut menghilangkan penghasilan mereka
Pelabuhan Donggala diresmikan Presiden Joko Widodo 27 Maret 2024.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.