Rabu, 20 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

AMSI Sulteng Gelar Diskusi, Ungkap Realita Penambangan Emas di Palu

Diskusi tersebut membahas berbagai aspek dampak penambangan liar, meliputi masalah lingkungan, sosial, dan konsekuensi hukum yang ditimbulkan. 

Tayang:
Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Priyatno
Kegiatan itu di Kafe Tanaris, Jl. Juanda No.26, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Selasa (20/8/2024). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Priyatno 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah menggelar serial diskusi bertajuk Menelusuri Luka Bumi, Mengungkap Realita Penambangan Emas Liar di Kota Palu.

Kegiatan itu di Kafe Tanaris, Jl. Juanda No.26, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Selasa (20/8/2024).

Baca juga: 
Wabup Sigi Beri Pengetahuan Tentang Perlindungan Pekerja Migran di Kecamatan Dolo Selatan

Acara itu dihadiri oleh Kabagops Polresta Palu Rony Gafur dan Staf Advokasi Jatam Sulteng Taufik sebagai narasumber. diikuti oleh 30 peserta dari kalangan jurnalis di Kota Palu.

Diskusi tersebut membahas berbagai aspek dampak penambangan liar, meliputi masalah lingkungan, sosial, dan konsekuensi hukum yang ditimbulkan. 

Baca juga: 
Pemkot Palu Buka 202 Formasi CPNS 2024, Ini Rinciannya

Staf Advokasi Jatam Sulteng Taufik, menjelaskan bahwa banyak lokasi penambangan berada di wilayah sungai dan hutan lindung, yang menyebabkan aliran sungai mengecil dan berpotensi menimbulkan banjir bandang. 

Taufik menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan.

Baca juga: 
Pemprov Sulteng Bahas Strategi Baru untuk Pekebun Sawit

Sementara itu, Kabagops Polresta Palu Rony Gafur mengatakan bahwa pihak kepolisian, khususnya Polresta Palu, akan terus melakukan sosialisasi mengenai bahaya penambangan ilegal, khususnya di kawasan tambang Poboya.

"Kami telah memulai sosialisasi sejak tanggal 20 kemarin. Sosialisasi dan evaluasi akan dilakukan sebelum penertiban lebih lanjut," ujar Rony Gafur (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved