Banggai Hari Ini

Diapit Bangunan Pemerintah, Cagar Budaya Bekas Kantor Distrik Bunta Banggai Memprihatinkan

Didirikan pada tahun 1902 pada masa Kerajaan Banggai, bangunan ini kini tampak terbengkalai, tertutup oleh semak belukar.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Regina Goldie
Handover
Kondisi bangunan Cagar Budaya Bekas Kantor Distrik Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah yang tidak terawat dan sangat memperihatinkan, Kamis (12/9/2024). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Bangunan bersejarah bekas Kantor Distrik Bunta yang terletak di Kelurahan Salabenda, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, kini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. 

Didirikan pada tahun 1902 pada masa Kerajaan Banggai, bangunan ini kini tampak terbengkalai, tertutup oleh semak belukar, dan kurang mendapat perhatian dari pihak terkait.

Berdasarkan pantauan TribunPalu.com, Kamis (12/9/2024), meski berada di antara rumah dinas Camat Bunta dan kantor pemerintahan lainnya yang terlihat terawat, namun bangunan cagar budaya itu keadaannya seolah terabaikan.

Baca juga: 
Curi 102 Unit Tandon di Huntap II Tondo, Polsek Mantikulore Tangkap 2 Pelaku

Di bagian depan, terdapat dua papan informasi, namun satu di antaranya sudah kusam, sedangkan papan lainnya masih menampilkan sejarah gedung tersebut dengan jelas.

Terlihat juga separuh pagar kayu yang mulai lapuk, dan pintu gerbang besi yang nyaris hilang ditelan semak belukar.

Gedung ini awalnya dibangun sebagai kantor Sangaji Bunta pada masa Kerajaan Banggai. 

Baca juga: 
Reny Lamadjido: Zakat Baznas Percepat Pengentasan Kemiskinan di Palu

Setelah Indonesia merdeka pada 1945, bangunan tersebut kemudian beralih fungsi menjadi kantor Distrik Bunta dan terakhir menjadi kantor Kelurahan Salabenda.

Bangunan ini dibangun dari beton dengan atap seng dan lantai semen. 

Terdiri atas dua ruang di bangunan utama dan tambahan di bagian belakang, kondisi fisiknya saat ini semakin memburuk seiring dengan minimnya perawatan.

Baca juga: 
Program Pembelajaran Al-Quran di Rutan Palu, Cetak WBP Berkarakter

Gedung ini, yang menjadi bagian dari sejarah Kabupaten Banggai, menyimpan nilai historis yang tinggi, namun kondisinya yang terabaikan menimbulkan keprihatinan, terutama bagi mereka yang peduli terhadap warisan budaya dan sejarah lokal. 

Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk merawat dan melestarikan bangunan ini agar tidak hilang ditelan waktu. (*)
 
 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved