Minggu, 14 Juni 2026

8 Fenomena Langit Sepanjang November 2024, Ada Hujan Meteor hingga Supermoon

Beberapa Fenomena Astronomi itu bahkan bisa diamati dengan mata telanjang.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: mahyuddin
Kompas.com
Bulan November 2024 menjadi momentum bagus untuk mengamati Fenomena Astronomi. 

TRIBUNPALU.COM - Bulan November 2024 menjadi momentum bagus untuk mengamati Fenomena Astronomi.

Beberapa Fenomena Astronomi itu bahkan bisa diamati dengan mata telanjang.

Fenomena langit yang paling dekat hari ini adalah hujan meteor Taurid Selatan.

Fenomena itu diprediksi bakal akan menghiasi langit pada Jumat (4/11/2024) hingga Sabtu (5/11/2024).

Hujan meteor Taurid ini dibagi menjadi dua, yakni Taurid Selatan dan Taurid Utara.

Keduanya juga mempunyai waktu puncak yang berdekatan.

Selain itu, apa lagi Fenomena Astronomi lainnya yang akan terjadi pada November 2024? 

Bulan Baru (1 November) 

Cuaca berawan dan mendung membantu warga melihat gerhana matahari sebagian di Lapang Sinapeul, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat
Ilustrasi

Bulan Baru adalah fase pertama pada revolusi Bulan pada bidang orbitnya.

Posisi ini membuat sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak tersinari, sehingga tampak gelap.

Akibatnya, langit malam menjadi lebih gelap dan memungkinkan pengamatan bintang-bintang dan objek langit lainnya lebih jelas karena tidak terganggu cahaya bulan.

Fase Bulan baru merupakan waktu terbaik untuk mengamati fenomena langit lainnya, seperti gugusan bintang atau galaksi.

Kegelapan langit tanpa cahaya bulan mempermudah deteksi detail pada objek yang lebih redup.

Hujan Meteor Taurid (4-5 November)

ILUSTRASI Hujan Meteor.
ILUSTRASI Hujan Meteor. (space.com)

Puncak hujan meteor Taurid Selatan akan menghiasi langit pada Jumat (4/11/2024) hingga Sabtu (5/11/2024).

Hujan meteor Taurid ini dibagi menjadi dua, yakni Taurid Selatan dan Taurid Utara.

Keduanya juga mempunyai waktu puncak yang berdekatan.

Dikutip dari Space, hujan meteor Taurid Selatan terjadi pada 28 September-2 Desember 2024 dengan waktu puncaknya pada 4-5 November 2024.

Sedangkan, hujan meteor Taurid Utara terjadi pada 13 Oktober-2 Desember 2024 dengan waktu puncak 11-12 November 2024.

Henomena hujan meteor ini bisa disaksikan atau diamati dari seluruh wilayah Indonesia.

Untuk menyaksikannya, masyarakat dianjurkan melihat dari lokasi yang minim polusi cahaya atau penerangan lampu, agar tidak mengganggu pandangan ke arah langit.

Okultasi Saturnus (11 November)

Okultasi Saturnus
Okultasi Saturnus

Okultasi Saturnus adalah peristiwa ketika planet Saturnus tertutup oleh Bulan.

Peristiwa ini bisa diamati dengan mata telanjang atau menggunakan teleskop.  
 
Okultasi Saturnus hanya bisa diamati di wilayah tertentu.

Semakin ke timur, semakin lama waktu okultasi Saturnus.

Saturnus akan tampak seperti bintang terang di rasi Sagitarius.

Bulan Purnama, Supermoon (15 November) 

Malam nanti fenomena Supermoon akan berlangsung (19/2/2019), BMKG imbau lima wilayah ini lebih waspada.
Malam nanti fenomena Supermoon akan berlangsung (19/2/2019), BMKG imbau lima wilayah ini lebih waspada. (batam.tribunnews.com)

Bulan Purnama Supermoon akan terjadi pada 15 November 2024.

Fenomena Bulan Purnama ini juga disebut Beaver Moon dan akan menjadi Supermoon yang terakhir di sepanjang tahun 2024.

Nama Beaver Moon muncul dari berang-berang yang biasanya membangun bendungan pada bulan November.

Elongasi Timur Maksimum Merkurius (16 November) 

Elongasi Timur Maksimum Merkurius
Elongasi Timur Maksimum Merkurius

Fenomena menjadi waktu terbaik untuk melihat Merkurius, planet terdekat dengan Matahari dan merupakan planet terkecil di tata surya

Pada Elongasi Timur Maksimum Merkurius, planet tersebut terlihat pada jarak terjauhnya dari Matahari di langit malam.

Merkurius akan tampak sangat terang saat terbit di langit malam.

Pada malam hari setelah mengalami elongasi terbesar, Merkurius akan meredup dengan cepat saat melesat dari belakang Bumi.

Oposisi Uranus (17 November) 

Oposisi Uranus
Oposisi Uranus

Oposisi Uranus adalah fenomena yang terjadi ketika Uranus mencapai titik tertinggi di langit.

Planet itu melakukan pendekatan terdekat dengan Bumi pada waktu yang hampir bersamaan (perigee).

Oposisi Uranus membuat planet Uranus terlihat paling terang di antara bintang di langit.

Hujan meteor Monocerotid (21 November)

Hujan meteor Monocerotid akan aktif pada 15-25 November.

Puncaknya pada 21 November.

Titik radian Monocerotid akan berada pada posisi tertinggi di langit setelah fajar datang.

Jadi, kemungkinan besar hujan meteor akan menghasilkan tampilan terbaiknya sesaat sebelum fajar, saat titik radiannya berada pada posisi tertinggi.

Hujan meteor Orionid (28 November)

Di pengujung November, hujan meteor Orionid akan berada di fase puncak, tepatnya pada 28 November.

Hujan meteor ini sendiri aktif pada 13 November hingga 6 Desember.

Sayangnya, hujan meteor ini tidak terlalu aktif, dengan hanya sekitar 3 meteor per jam di fase puncak.

Fenomena hujan metor ini di arah konstelasi Orion.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
Live
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved