Senin, 27 April 2026

Palu Hari Ini

BPOM di Palu Ajak Seluruh Pihak Cegah Meluasnya Resistansi Antimikroba

BPOM di Palu menggelar sosialisasi Awareness Resistansi Antimikroba dan Farmakovigilans, Rabu (20/11/2024).

Penulis: Fadhila Amalia | Editor: Haqir Muhakir
Handover
BPOM di Palu menggelar sosialisasi Awareness Resistansi Antimikroba dan Farmakovigilans, Rabu (20/11/2024). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fadhila

TRIBUNPALU.COM, PALU - BPOM di Palu menggelar sosialisasi Awareness Resistansi Antimikroba dan Farmakovigilans, Rabu (20/11/2024).

Kegiatan ini dibuka Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, I Komang Adi Sujendera.

I Komang Adi Sujendera menekankan pentingnya upaya bersama dalam mencegah semakin meluasnya resistansi antimikroba.

Ia menyampaikan resistansi antimikroba merupakan ancaman serius bagi kesehatan global. 

"Resistansi antimikroba dapat menyebabkan infeksi menjadi lebih sulit diobati, meningkatkan risiko kematian, dan meningkatkan biaya perawatan kesehatan,” ucap I Komang. 

Baca juga: Pjs Wali Kota Palu dan KPPP Sulteng Kunjungi Balai Penyuluhan Pertanian Duyu

Ia mengajak seluruh pihak terkait, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat, untuk bekerja sama dalam mengendalikan masalah ini.

Sementara, Kepala Balai POM di Palu, Mardianto, menyampaikan keprihatinan atas semakin meningkatnya kasus resistansi antimikroba. 

Menurutnya, Resistensi antimikroba adalah salah satu tantangan kesehatan global yang paling mendesak saat ini. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan berlebihan menjadi salah satu faktor utama penyebabnya.

Dalam kegiatan sosialisasi ini, para peserta diberikan pemahaman yang komprehensif mengenai resistansi antimikroba dan farmakovigilans. 

Kegiatan sosialisasi ini diikuti lebih dari 100 peserta secara luring dan daring oleh perwakilan dari berbagai instansi, antara lain Pemerintah Daerah Kota Palu, Donggala, dan Sigi, rumah sakit, puskesmas, serta apotek di Kota Palu

Partisipasi aktif dari berbagai pihak ini menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya masalah resisten antimikroba.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dan tenaga kesehatan mengenai resisten antimikroba, serta mendorong upaya bersama dalam mencegah dan mengendalikan masalah ini.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved