Minggu, 12 April 2026

Universitas Alkhairaat

Kuliah Pakar Kebijakan Kesehatan Haji di Unisa Palu Libatkan Mahasiswa Kedokteran

Universitas Alkhairaat Palu menyelenggarakan Kuliah Pakar Kebijakan Kesehatan Haji di Indonesia, Selasa (7/1/2025).

Penulis: Fadhila Amalia | Editor: Haqir Muhakir
Fadhila
Universitas Alkhairaat Palu menyelenggarakan Kuliah Pakar Kebijakan Kesehatan Haji di Indonesia, Selasa (7/1/2025). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fadhila

TRIBUNPALU.COM, PALU - Universitas Alkhairaat Palu menyelenggarakan Kuliah Pakar Kebijakan Kesehatan Haji di Indonesia, Selasa (7/1/2025).

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Aula Kedokteran Unisa Palu, Jl Bantilan, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.

Dalam kegiatan ini turut menjadi narasumber Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI, Liliek Marhaendro Susilo.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu ini, diikuti mahasiswa, tenaga medis, dan instansi Dinas Kesehatan Kota Palu.

Baca juga: Breaking News: Kantor Pelayanan SKCK Polres Banggai Ramai Diserbu Warga untuk Keperluan PPPK

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI, Liliek Marhaendro Susilo menyampaikan bahwa Fakultas Kedokteran merupakan bagian mitra dari pihaknya.

"Ini bagian dari mitra kami, kita melibatkan mereka dalam proses pembinaan kesehatan para jemaah haji, khususnya di masa tunggu ini. Kita monitor secara berkala, ” ucap Liliek Marhaendro Susilo kepada TribunPalu.com.

Ia berharap peran tenaga medis dan perguruan tinggi dapat mempersiapkan prosesi haji di tahun 2025. 

"Tahapan haji di awal tahun 2025 ini masih dalam proses pendaftaran. Usai pelunasan maka akan diumumkan jadwal manasik haji hingga tahapan lainnya sampai keberangkatan ke tanah suci," ujarnya.

Dalam kegiatan ini membahas kesehatan jemaah haji menjadi hal yang penting untuk dilakukan. 

"Kondisi jemaah yang sehat memungkinkan proses ibadah haji baik dari pemberangkatan di Indonesia, hingga tiba di tanah suci berjalan dengan lancar," jelas Liliek.

Berdasarkan Data Siskohatkes, di tahun 2024, 73 persen jemaah haji indonesia memiliki riwayat penyakit. 

Sebagian besar penyakit merupakan faktor risiko serangan jantung, pneumonia, serta stroke. Hal ini tentu menjadi perhatian.

"Memastikan kesehatan haji bagi Sulawesi Tengah juga penting dilakukan. Tahun 2024 dari 2096 jemaah haji, 556 diantaranya merupakan jemaah berusia lanjut," tutupnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved