Sulteng Hari
Gubernur Sulteng Anwar Hafid Minta Pertamina Pastikan Pangkalan Elpiji 3 Kg Tak Main Harga
Gubernur meminta seluruh jajaran pemerintah, Satgas LPG, dan aparat keamanan untuk mengawal distribusi gas agar tetap stabil.
TRIBUNPALU.COM - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meminta Pertamina memastikan distribusi Elpiji 3 Kg tetap lancar agar tidak terjadi permainan harga di lapangan.
“Kalau gas kurang, kita berjuang bersama Pertamina supaya kuota cukup. Tapi kalau ada yang sengaja menaikkan harga, itu harus ditindak,” ujar Ketua Demokrat Sulteng itu usai mengecek harga Elpiji 3 Kg di Kabupaten Poso via panggilan video, Kamis (13/3/2025).
Dari panggilan video itu, Anwar Hafid mendapatkan informasi terkait harga Elpiji 3 Kg tinggi di pasaran karena harga diterima pengecer dari pangkalan jua di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kalau ada pengecer yang menaikkan harga seenaknya, langsung tutup saja. Kita cari yang lebih jujur,” ucapnya.
Baca juga: Efisiensi Anggaran, Bupati Sigi Pastikan Program Bersentuhan dengan Rakyat Berjalan Normal
“Kalau dari pangkalan sudah main harga, langsung berikan sanksi. Tutup sementara, atau kalau perlu cabut izinnya," tutur Anwar Hafid menambahkan.
Pria kelahiran 14 Agustus 1969 itu menjelaskan, subsidi pemerintah sangat besar untuk Elpiji 3 Kg demi meringankan beban masyarakat.
Namun, jika ada oknum yang menyalahgunakan subsidi itu untuk keuntungan pribadi, tindakan tegas akan diambil, termasuk kemungkinan pemeriksaan oleh aparat hukum.
Dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga saat Ramadan dan menjelang Lebaran, gubernur meminta seluruh jajaran pemerintah, Satgas LPG, dan aparat keamanan untuk mengawal distribusi gas agar tetap stabil.
“Masyarakat sudah cukup terbebani dengan biaya hidup. Jangan lagi ditambah dengan permainan harga,” kata Anwar.
Baca juga: Gubernur Sulteng Matangkan Strategi Atasi Kemiskinan dan Stabilkan Harga Pangan
Gubernur juga mengingatkan agar setiap pangkalan membuat pakta integritas guna memastikan mereka penjualan gas sesuai ketentuan.
“Kalau sudah sampai Rp40 ribu atau Rp60 ribu, itu sudah tidak wajar. Itu sudah membebani masyarakat. Langsung ditutup saja,” ucap Anwar.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Anwar-Hafid-Pakai-Jas-Batik-Bomba.jpg)