Sigi Hari Ini
Bupati Sigi Terima Kunjungan BKKBN Sulteng Bahas Percepatan Penurunan Stunting
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama terhadap program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau “Genting”.
Penulis: Andika Satria Bharata | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI – Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menerima kunjungan silaturahmi dari Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah, Tenny Calvenny Soriton, beserta tim, di rumah kediaman keluarganya.
Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Sigi, Riadin, bersama jajarannya.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama terhadap program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau “Genting”.
Baca juga: Profil Inspiratif Opick Delian, Pemuda Pelestari Bahasa Dampelas
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Tenny menyampaikan informasi mengenai perubahan nomenklatur institusi dari BKKBN menjadi Kemendukbangga/BKKBN, serta memperkenalkan program unggulan Quick Win dari Menteri Kemendukbangga/BKKBN sebagai bagian dari langkah percepatan penurunan angka stunting.
Didampingi Kepala Dinas P2KB Kabupaten Sigi, Tenny memaparkan berbagai upaya dan intervensi yang telah dilakukan sejauh ini untuk menekan prevalensi stunting. Fokus utama diarahkan pada sasaran program “Genting” yang menyasar kelompok hulu, yakni sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) hingga anak usia dua tahun (baduta), dengan dukungan penuh dari mitra kerja yang telah berkomitmen.
Baca juga: Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat, Bupati Buol Undang Menteri Sosial Tinjau Lokasi
"Intervensi dan integrasi program harus terus digalakkan untuk menurunkan angka stunting. Fokus utama kita adalah kelompok hulu," ujarnya.
Tenny juga menekankan pentingnya pemberdayaan kembali Posyandu sebagai ujung tombak pemantauan tumbuh kembang anak, sekaligus sebagai garda terdepan dalam mengurangi jumlah keluarga berisiko stunting yang masih cukup tinggi di Kabupaten Sigi.
Kemendukbangga/BKKBN, lanjutnya, siap mendukung dengan penyediaan data keluarga berisiko, pemetaan penyebab stunting, hingga penajaman intervensi agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penanganannya.
Sementara itu, Bupati Moh. Rizal menyampaikan optimismenya bahwa keberhasilan penanganan stunting sangat erat kaitannya dengan revitalisasi sektor pertanian lokal.
Baca juga: Pemindahan ASN ke IKN Resmi Ditunda, Menpan RB Tunggu Arahan Presiden Prabowo
“Saya mulai dari rumah. Menanam tomat, cabai, dan bahan pangan lainnya. Ikan saus kalau dimasak pakai tomat sendiri, rasanya lebih sedap dan tidak cepat basi,” tuturnya dengan nada bersahaja namun penuh semangat.
Di tempat yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sigi, Siti Halwiah, turut menyampaikan dukungan penuhnya terhadap program ini. Ia mengungkapkan bahwa TP PKK Sigi selama ini telah aktif dalam berbagai upaya penurunan stunting. Bahkan, kediamannya sempat difungsikan sebagai Posko Satgas Stunting/Tangguh Bersinar, sebagai bentuk peran aktif TP PKK dalam mendukung gerakan ini.
“TP PKK Sigi akan terus aktif dalam menurunkan angka stunting di wilayah kami,” tegasnya. (*)
| Polres Sigi Dorong Kesadaran Hukum Pelajar, Tekankan Pencegahan Kekerasan Anak di Sekolah |
|
|---|
| Adik Bupati Sigi Agus Intjenae Meninggal Dunia di RSUD Anutapura |
|
|---|
| Audiensi Pemkab Sigi dan BRWA Sulteng, Perkuat Pengakuan Wilayah Masyarakat Adat |
|
|---|
| Enos DPRD Sigi Dampingi BRWA Sulteng Audiensi dengan Wabup, Dorong Pengakuan Wilayah Adat |
|
|---|
| Rakor SDM Transportasi 2026, Sigi Perkuat Kolaborasi Pusat-Daerah untuk Pelayanan Publik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/dt7s8atf78a-td78-tsa78dt78as-t78tas7asdsa.jpg)