5 Wajib Haji, Niat Ihram dari Miqat hingga Lempar Jumrah
Meski ada kata wajib, namun pelaksanaan wajib haji dapat digantikan oleh orang lain atau diganti dengan membayar dam.
TRIBUNPALU.COM - Haji merupakan rukun Islam kelima dan diwajibkan bagi setiap muslim yang mampu.
Mengutip laman Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), pengertian haji secara istilah ialah berkunjung ke Baitullah (Ka'bah) di Makkah untuk melakukan serangkaian ritual ibadah pada waktu tertentu, yaitu pada bulan Dzulhijjah.
Salah satu bagian dari rangkaian ibadah haji adalah wajib haji.
Baca juga: Ramalan Zodiak Jumat 23 Mei 2025: Cancer Cari Bimbingan dari Orang yang Tepat, Aquarius Awas Boros
Meski ada kata wajib, namun pelaksanaan wajib haji dapat digantikan oleh orang lain atau diganti dengan membayar dam.
Wajib haji juga berbeda dengan rukun haji.
Diketahui, rukun haji merupakan inti pelaksanaan haji yang tidak dapat digantikan oleh siapapun atau diganti dengan membayar dam (menyembelih hewan qurban).
Lantas, apa saja wajib haji?
5 Wajib Haji
1. Niat Ihram dari Miqat
Niat ihram dari miqat dimulai dari batas yang telah ditentukan sesuai dengan daerah asal jamaah.
Baca juga: Kepala Biro Humas Kementerian ATR/BPN Ingin Bangun Kepercayaan Publik Lewat Strategi Komunikasi
2. Bermalam di Muzdalifah
Bermalam di Muzdalifah dilakukan setelah wukuf di Arafah.
3. Bermalam di Mina
Bermalam di Mina dilakukan selama hari-hari Tasyriq.
4. Tawaf Wada
Tawaf wada merupakan tawaf perpisahan yang dilakukan sebelum meninggalkan Makkah.
5. Melempar Jumrah
Calon jemaah haji wajib melempar batu di tiga lokasi jumrah selama hari-hari Tasyriq.
Baca juga: Hasil Piala Eropa Man United vs Tottenham: Spurs Buka Puasa Gelar, Nasib Pelatih MU di Ujung tanduk?
Dalam ibadah haji, ada tiga Jumrah yang harus dilontarkan oleh jemaah, masing-masing memiliki makna dan simbolismenya sendiri.
Berikut penjelasan mengenai ketiga jumrah tersebut:
1. Jumrah Ula
Jumrah Ula adalah jumrah pertama yang dilontarkan oleh jemaah haji.
Secara simbolis, jumrah ini melambangkan godaan awal yang sering kali berupa rayuan halus dari setan.
Godaan ini bisa datang dalam bentuk keinginan untuk melakukan dosa-dosa kecil yang tampaknya sepele, namun bisa membawa manusia jauh dari jalan kebenaran.
Dengan melempar Jumrah Ula, jemaah menegaskan komitmen mereka untuk melawan godaan tersebut.
2. Jumrah Wusta
Jumrah kedua yang dilontarkan adalah Jumrah Wusta.
Godaan yang dilambangkan oleh jumrah ini biasanya lebih kuat dibandingkan godaan awal.
Dalam kehidupan, ini bisa berupa godaan kekayaan, kekuasaan, atau hawa nafsu yang lebih besar.
Melempar Jumrah Wusta mengajarkan jemaah untuk tetap teguh dalam menghadapi godaan yang lebih berat dan tidak tergoda oleh hal-hal yang bisa merusak keimanan mereka.
3. Jumrah Aqabah
Jumrah Aqabah adalah Jumrah terbesar yang dilontarkan, melambangkan godaan terbesar yang bisa dialami oleh manusia.
Baca juga: Kode Redeem FF Free Fire Kamis 22 Mei 2025, Klaim Semua Item Gratis via reward.ff.garena.com
Setiap jemaah haji melempar tujuh kerikil ke Jumrah ini sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan yang paling berat.
Melalui ritual ini, jemaah menegaskan kembali keimanan mereka dan memperkuat tekad untuk menjauhi segala bentuk dosa yang besar.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Sosok Haji Isam, Pengusaha Dapat Penghargaan Bintang Mahaputera dari Presiden Prabowo |
![]() |
---|
Kementerian Haji Bakal Terbentuk, Nonmuslim Bisa Jadi Petugas, Kuota Ditentukan Menteri |
![]() |
---|
Travel Berizin Resmi Akreditasi A di Palu, Babussalam Tawarkan Program Haji Bonus Umrah |
![]() |
---|
Babussalam Tours Raih Penghargaan Hotel Makkah, Bukti Layanan Prima untuk Jemaah |
![]() |
---|
Babussalam Tours Raih Penghargaan dari Ghufran Safwa Hotel Makkah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.