PT Vale
PLTA PT Vale Indonesia Wujudkan Keberlanjutan Lingkungan
PT Vale Indonesia berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan melalui pemanfaatan energi terbarukan, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
TRIBUNPALU.COM - PT Vale Indonesia berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan melalui pemanfaatan energi terbarukan, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) aluas Hydro Power.
Mengusung semangat Menambang Kebaikan, PT Vale Indonesia menempatkan PLTA sebagai fondasi utama dalam upaya mewujudkan masa depan yang bersih dan mencapai target net zero emission pada tahun 2050.
Sejak awal operasionalnya di Sorowako, Sulawesi Selatan, PT Vale Indonesia mengandalkan PLTA sebagai sumber energi utama.
Saat ini, PT Vale mengoperasikan tiga PLTA, yaitu Larona, Balambano, dan Karebbe yang semuanya memanfaatkan potensi aliran sungai setempat secara berkelanjutan.
Penggunaan Hydro Power ini memungkinkan PT Vale menekan emisi karbon secara signifikan sekaligus menjaga stabilitas pasokan listrik untuk operasional tambang tanpa bergantung pada bahan bakar fosil.
Hydro Power tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan efisiensi energi yang tinggi.
Pemanfaatan energi air oleh PT Vale Indonesia juga diiringi dengan komitmen menjaga ekosistem sungai dan daerah aliran air.
Perusahaan melakukan monitoring kualitas air secara rutin serta menjalin kolaborasi dengan masyarakat dan lembaga pemerintah untuk menjaga kelestarian hulu sungai.
Selain itu, PT Vale juga aktif dalam program penanaman pohon dan reboisasi di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) agar debit air tetap stabil dan terjaga.
PT Vale Indonesia mencatat penurunan emisi gas rumah kaca yang konsisten berkat penggunaan energi air dalam proses peleburan nikel dan pengolahan lainnya.
Dengan memaksimalkan pembangkit air sendiri, perusahaan mampu mengontrol emisi secara akurat dan terukur.
Data itu kemudian menjadi acuan dalam penyusunan strategi keberlanjutan dan pelaporan lingkungan yang transparan kepada publik.
Hasil itu membuktikan bawah PT Vale Indonesia tak hanya memastikan keberlangsungan hydro power, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Prinsipnya jelas, menjaga alam adalah bagian dari #menambangkebaikan.
Langkah PT Vale Indonesia dalam memanfaatkan hydro power menjadi contoh nyata bahwa industri tambang pun bisa berpihak pada masa depan yang bersih dan berkelanjutan.
Lewat inovasi, kolaborasi, dan kesungguhan, transisi energi hijau bukan hanya mimpi.
Manfaatkan Air Daur Ulang
PT Vale Indonesia menggunakan air dari bendung untuk operasional tiga PLTA.
Selain untuk sumber energi, air turut digunakan untuk pengelolaan nikel di area tambang.
Penggunaan air dalam hal ini meliputi proses ekstraksi, pengolahan hasil tambang, sampai membersihkan peralatan yang dipakai untuk menambang.
Selain untuk urusan tambang, air yang diekstraksi PT Vale Indonesia ternyata juga dipakai untuk memperbaiki infrastruktur yang ada di sekitar area tambang, baik infrastruktur yang jadi aset perusahaan ataupun infrastruktur umum.
Penggunaan air dalam jumlah besar dan banyak peruntukkan ini tentu tak dilakukan secara gratis.
Pada akhirnya, penggunaan air untuk industri tambang pasti akan menghasilkan keluaran berupa limbah.
Soal pemanfaatan air untuk pembangkit listrik, PT Vale Indonesia menghindari pengambilan air dari wilayah water stress.
Wilayah water stress merupakan suatu tempat penggunaan air yang jauh melampaui kapasitas yang dimiliki oleh sumber air dalam periode tertentu.
PT Vale Indonesia juga punya cara supaya air yang dipakai untuk kegiatan usahanya efisien dan tak mencemari lingkungan.
Pada Laporan Keberlanjutan 2023, disebutkan kalau PT Vale Indonesia memanfaatkan air hasil daur ulang supaya menghemat penggunaan air.
Proses penggunaan air daur ulang ini dilakukan di Lamella Gravity Settler, sebuah sistem yang memanfaatkan gaya gravitasi untuk memisahkan partikel pada dari cairan atau air.
Berkat sistem ini, PT Vale Indonesia mampu untuk menggunakan lagi air yang sudah dipakai sebelumnya.
Praktik ini umumnya dilakukan untuk memperoleh bahan baku larutan ferrous sulphate sebesar 2 ribu meter kubik.
Selain itu, sejumlah proses daur ulang air lain dari sisa-sisa produksi tambang ataupun pembangkit listrik terus diupayakan, tentunya dengan pemantauan yang ketat dari sistem atau aplikasi bernama Steam, Water, Air, and Power (SWAP) yang dapat dipantau secara daring.
Dari upaya efisiensi konsumsi air dari sumber air alami ini, PT Vale Indonesia menunjukkan tren positif dalam pengurangan penggunaan air secara keseluruhan.
Pada 2022, perusahaan mengonsumsi sekitar 8.519,8 megaliter air dalam setahun.
Namun, jumlah ini turun sekitar 11 persen atau menjadi 7.561,1 megaliter air pada 2023.
Hasil lain yang dapat dilihat dari efisiensi ini ialah jumlah air yang berkurang cukup drastis untuk memproduksi nikel.
Sebelumnya, butuh 0,14 megaliter air per ton nikel yang dihasilkan.
Namun, pada 2023, angkanya menurun jadi 0,106 megaliter air per ton nikel.
PT Vale Indonesia juga mengolah air limbah dari hasil ekstraksi tambang sampai aman dibuang dengan metode standar American Public Health Association (APHA).
Tujuan pengolahan air limbah itu utamanya dilakukan supaya hasil yang dilepaskan nantinya tidak menimbulkan air asam tambang ke sumber air yang menerima air limbah, dalam hal ini Danau Matano.
Guna memperoleh air limbah yang sesuai standar untuk dilepas kembali ke lingkungan, ada beberapa sistem dan peralatan yang dipakai PT Vale Indonesia.
Misalnya chromium treatment plant, lamella gravity settler atau sistem tilted plate settler, sampai dengan memasang jaring penangkap sampah di sumber air.
Tentunya, pengawasan ketat dan penambahan inovasi lain terus dilakukan secara berkala supaya air limbah memenuhi standar.
Tujuannya meminimalkan potensi mencemari sumber air.
Sederet program itu menghasilkan penurunan yang signifikan dalam beban pencemaran efluen yang dilaksanakan PT Vale Indonesia.
Berdasarkan data 2022, beban pencemaran air total suspended solid (TSS) berkurang sebesar 30 ton dalam 1 tahun.
Selain itu, beban kromium heksavalen (Cr6+) turun sekitar 0,31 ton pada periode yang sama.
Pengurangan beban TSS itu masih akan diupayakan untuk dikurangi lagi dengan tambahan sekitar 30 ton tiap tahunnya.
Sementara, beban Cr6+ akan terus diupayakan berkurang 0,05 ton per tahun secara konsisten.
Segala bentuk pertanggungjawaban PT Vale Indonesia terhadap penggunaan sumber air di area pertambangan itu tak lain demi menjaga keberlangsungan ekosistem pada masa depan.(*)
| PPM PT Vale Sasar 50 Guru di Kolaka Sultra untuk Pembinaan Kurikulum OSN |
|
|---|
| PT Vale Cetak Pertumbuhan Laba 32 Persen, Bukukan 76,1 Juta Dolar AS di 2025 |
|
|---|
| Tegaskan Peran Strategis dalam Pembangunan, PT Vale Raih Penghargaan dari Gubernur Sulteng |
|
|---|
| Cegah Penularan TBC, PT Vale Dorong Kemandirian Kesehatan Warga Watalara Sultra |
|
|---|
| PT Vale Buka Lowongan Kerja untuk Posisi Hydro Dam Surveillance Analyst, Berakhir 8 April 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/PLTA-PT-Vale.jpg)