Trump dan Putin Siap Jadi Mediator Perundingan Damai Iran dan Israel
Sumber tersebut mengatakan Putin memulai panggilan telepon kepada Trump atas permintaan Iran.
TRIBUNPALU.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan memberikan peringatan kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, di tengah serangan yang dilakukan Israel terhadap Iran.
Setelah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Putin memperingatkan Ali Khamenei tentang ancaman yang sedang menghadapinya, menurut sumber yang dilaporkan oleh Israel Hayom.
Sumber tersebut mengatakan Putin memulai panggilan telepon kepada Trump atas permintaan Iran.
"Rusia secara aktif terlibat dalam gerakan politik terkait perang antara Iran dan Israel," menurut laporan tersebut.
"Diketahui bahwa setelah percakapan antara Putin dan Trump, Putin memperingatkan Khamenei bahwa rezimnya dalam bahaya," lanjutnya.
Baca juga: Spoiler One Piece Chapter 1152,Pertarungan Epik Luffy vs Imu Dinanti Nakama
Laporan itu menyebutkan bahwa Putin memberitahu hasil pembicaraannya kepada Iran.
"Putin memberi tahu Khamenei tentang hasil pembicaraan tersebut dan menyarankannya untuk bergerak cepat menuju negosiasi. Selain itu, Putin memerintahkan evakuasi staf kedutaan Rusia dari Teheran," katanya.
Sebelumnya, dua pejabat AS mengatakan kepada Reuters, "Trump menentang rencana Israel untuk membunuh Pemimpin Tertinggi Iran dalam dua hari terakhir."
Sementara itu, Trump pada hari Minggu (15/6/2025), mengatakan ia dan Putin terbuka untuk menengahi perundingan antara Iran dan Israel.
"Dia (Putin) siap. Ia menelepon dan kami membahasnya secara panjang lebar," kata Trump membahas rencana tersebut, dalam wawancara dengan Rachel Scott dari ABC News pada hari Minggu.
Dalam wawancara tersebut, Trump meluruskan laporan baru-baru ini yang mencurigai keterlibatan AS dalam serangan Israel terhadap Iran.
Baca juga: Al Ghazali dan Alyssa Daguise Sah Jadi Suami Istri, Maskawinnya Logam Mulia dan Uang 2.025 Euro
"Amerika Serikat tidak terlibat dalam serangan militer Israel terhadap Iran, tetapi ada kemungkinan kami bisa terlibat," katanya.
Pernyataan tersebut menanggapi laporan bahwa Israel telah mendesak AS untuk bergabung dalam perang dengan Iran guna menghilangkan program nuklirnya.
Sebelumnya, Israel memulai serangan terhadap Iran dalam Operasi Rising Lion pada Jumat (13/6/2025) malam.
Serangan yang berlanjut tersebut membunuh 224 orang, termasuk petinggi militer Iran, dan melukai 1.277 orang lainnya.
Iran membalas serangan Israel dalam waktu kurang dari 24 jam, dengan meluncurkan puluhan rudal ke Tel Aviv.
Pada hari Sabtu (14/6/2025), serangan Iran di Israel menewaskan setidaknya 14 orang dan melukai lebih dari 390 lainnya, menurut laporan CNN.
Israel dan Iran kembali bertukar serangan pada hari Minggu (15/6/2025) yang berlanjut hingga saat ini.
Keduanya juga mengeluarkan peringatan evakuasi untuk penduduk di wilayah musuh agar meninggalkan wilayah tersebut. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Trump Buka Suara Usai Insiden Penembakan Acara Makan Malam, Bantah Suruhan dari Iran |
|
|---|
| Trump Batalkan Utusan ke Pakistan, Klaim AS Berada di Posisi Paling Kuat dari Iran |
|
|---|
| AS Umumkan Lagi Gencatan Senjata, Iran Tak Peduli: Kemana Arah Konflik AS-Iran Ini Akan Berakhir? |
|
|---|
| Iran Curiga Perpanjangan Gencatan Senjata Trump Hanya Kedok Siapkan Pasukan |
|
|---|
| Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Beri Waktu Tambahan untuk Negosiasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ud89ayd89a-y89dsay89d-say.jpg)