Putin Buka Peluang Transfer Teknologi Militer ke Indonesia
Pertemuan antara Putin dan Prabowo menarik perhatian publik karena dianggap sebagai langkah penting dalam mempererat hubungan bilateral.
TRIBUNPALU.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menerima kunjungan Menteri Pertahanan sekaligus presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sebuah pertemuan resmi yang berlangsung di Moskow.
Pertemuan tersebut diadakan di Kremlin, bersamaan dengan pelaksanaan Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg.
Pertemuan antara Putin dan Prabowo menarik perhatian publik karena dianggap sebagai langkah penting dalam mempererat hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia.
Dalam pernyataan yang dirilis situs resmi Kremlin, Putin menyebut Indonesia sebagai “mitra prioritas” bagi Rusia di kawasan Asia-Pasifik.
"Hubungan kita berkembang sangat aktif. Kami memiliki banyak proyek di bidang ekonomi, dan kami juga menjaga dialog politik yang sangat baik," kata Putin saat membuka pertemuan.
Putin menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prabowo di Rusia menjelang pelantikannya sebagai Presiden Indonesia yang dijadwalkan Oktober mendatang.
“Saya sangat menghargai undangan ini dan merasa terhormat bisa berada di sini."
"Saya berharap hubungan kita akan semakin kuat ke depan,” balas Prabowo dalam pernyataan resminya.
Menurut laporan Reuters, kunjungan ini mencerminkan upaya Rusia memperluas jangkauan diplomatiknya dengan negara-negara Global Selatan, di tengah tekanan sanksi dari negara-negara Barat akibat konflik di Ukraina.
Rusia kini semakin aktif menjalin kemitraan strategis dengan negara-negara Asia, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari poros baru yang ingin dibangun Moskow.
Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia dan Indonesia telah menjajaki kerja sama di bidang pertahanan, energi, perdagangan, serta teknologi.
Namun kerja sama militer sempat tersendat akibat ancaman sanksi sekunder dari AS terhadap negara yang membeli persenjataan Rusia.
Meski demikian, Kremlin menegaskan bahwa pintu kerja sama tetap terbuka, termasuk untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), pelatihan militer, serta transfer teknologi.
Di bidang energi, Vladimir Putin menyebut peluang kerja sama dalam proyek gas alam, batu bara, dan teknologi nuklir sipil sebagai sektor yang bisa dikembangkan lebih lanjut.
Belum ada keterangan resmi dari pihak Indonesia soal kesepakatan konkret yang dicapai, namun kunjungan ini disebut sebagai fondasi penting bagi diplomasi Prabowo ke depan.
Sejumlah analis menilai kunjungan Prabowo ke Moskow adalah sinyal bahwa Indonesia ingin mempertahankan posisinya sebagai kekuatan netral yang mampu menjalin hubungan baik dengan semua pihak — baik Barat, Timur, maupun Global Selatan.
"Ini mencerminkan gaya politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan mungkin menjadi penegasan bahwa Prabowo tidak hanya akan condong ke satu blok saja," ujar pakar hubungan internasional dari MGIMO University, dikutip Reuters.
Kunjungan ini juga menjadi penanda awal arah kebijakan luar negeri Prabowo menjelang masa jabatannya sebagai presiden.
Dengan tetap membuka komunikasi strategis dengan Rusia, Prabowo dinilai ingin menempatkan Indonesia sebagai pemain penting di tengah rivalitas geopolitik global yang semakin tajam. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Menteri Nusron Wahid Paparkan Rencana Restrukturisasi Tanah Saat Kuliah Umum di Unwahas |
|
|---|
| Raker MUI, Nusron Wahid Tekankan Keseimbangan Sistem Penanggulangan Bencana |
|
|---|
| Dua Poin Kritik GMNI di Hari Buruh, Singgung Kunjungan Luar Negeri Prabowo dan Reshuflle Kabinet |
|
|---|
| Kemenkum Sulteng dan APINDO Perkuat Sinergi Dorong Produk Unggulan Daerah Mendunia |
|
|---|
| Yamaha Kuasai Seri Perdana Kejurnas MRS 2026, Sapu Bersih Puncak Klasemen di Mandalika |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ia90suf90ua90fu9a0uf90a-re3.jpg)