Sri Lanka Sebut Teror Bom Paskah Lalu Adalah 'Balas Dendam' Atas Penembakan di Selandia Baru

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana pasca teror bom meledak di Sri Lanka, Minggu (21/4/2019).

6. The Kingsbury Hotel di Kolombo.

Suasana pasca teror bom meledak di Sri Lanka, Minggu (21/4/2019). (freepressjournal.in)

Tidak jelas siapa yang melakukan serangan teror bom tersebut, tetapi Sri Lanka menilai kelompok militan Muslim, National Thowfeek Jamaath adalah pihak yang melakukannya.

Sementara, update terbaru juga menyebut kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) adalah pihak yang bertanggungjawab atas serangan teror bom di Sri Lanka

Mengutip pihak berwenang di Sri Lanka, The Wall Street Journal melaporkan kecanggihan dan sifat terkoordinasi serangan bom Paskah di Minggu pagi tersebut telah membuat para pakar teror internasional menyimpulkan bahwa pihak yang bertanggungjawab (atas insiden ini) mendapat bantuan dari para teroris luar negeri yang berpengalaman.

Sayangnya, Wijewardene tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang mengapa penyelidik menganggap serangan ini sebagai tindakan balas dendam.

Sejumlah polisi berjaga-jaga di depan masjid Linwood Islamic Centre di Christchurch, Selandia Baru pada Jumat (15/3/2019). (edition.cnn.com)

Pada Jumat 15 Maret 2019 lalu, seorang pria bersenjata di Christchurch, Selandia Baru menembaki dua masjid berturut-turut dan menewaskan 50 orang.

Pelaku merupakan seorang rasis yang menyesalkan adanya akhir dari budaya orang kulit putih.

Pelaku pun telah berjanji untuk melakukan serangan terhadap masjid pada hari sebelum serangan.

Brenton Tarrant, seorang warga Australia, telah didakwa dengan 50 tuduhan pembunuhan dan kini sedang menunggu persidangan.

Setelah berbicara dengan Parlemen, Wijewardene mengetwit, "Saya meminta Pemerintah Sri Lanka untuk segera melarang National Throwheeth Jama'ath dan mendaftarkan mereka sebagai organisasi teroris."

Di Twitter, Menteri Keuangan Mangala Samaraweera menyebut serangan itu sebagai "upaya terkoordinasi dengan baik untuk menciptakan pembunuhan, kekacauan, dan anarki."

Sejumlah langkah keamanan yang ditingkatkan dan diberlakukan Sri Lanka sejak serangan itu adalah jam malam nasional dan persyaratan bahwa siapa pun yang memarkir mobil di jalan meninggalkan catatan dengan nomor telepon mereka di kaca depan, The Associated Press melaporkan.

Layanan posnya juga tidak lagi menerima parsel yang sudah disiapkan sebelumnya, dan polisi telah diberi kekuasaan darurat.

Agen-agen keamanan Sri Lanka juga sedang berada dalam pengawasan.

Halaman
123