Kanal

Perjalanan Kasus Ratna Sarumpaet: Dari Sebar Hoaks, Jalani Sidang, hingga Dituntut 6 Tahun Penjara

Ratna Sarumpaet menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019). Ratna Sarumpaet menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU) terkait berita bohong atau hoax untuk membuat keonaran. Ratna dijerat dengan UU Peraturan Hukum Pidana dan UU ITE. - TRIBUNNEWS/HERUDIN

"Apakah karena berbeda maka seseorang berhak dipukuli? Simpatiku buat Ratna Sarumpaet. Katakan tidak untuk segala bentuk kekerasan. #2019tetapwaras," tulis Swary Utami Dewi dalam unggahannya.

Pengusung Prabowo-Sandiaga pun turut membenarkan kabar penganiayaan tersebut.

Sebab, Ratna Sarumpaet merupakan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

Konfirmasi pertama disampaikan oleh politisi Partai Gerindra, Rachel Maryam pada pukul 10.51 WIB melalui akun Twitter-nya @cumarachel.

Ia membenarkan kabar tersebut, tetapi kejadiannya sudah terjadi pada 21 September 2018.

Perkara Ratna Sarumpaet Dilimpahkan ke PN Jakarta Selatan

Selain itu, Fadli Zon dan Dahnil Anzar Simanjuntak angkat bicara dan berempati kepada Ratna Sarumpaet.

Tak butuh waktu lama, Prabowo Subianto pun menemui Ratna Sarumpaet secara tertutup.

Lalu, Prabowo menggelar jumpa pers di kediamannya di Kertanegara.

Dalam acara tersebut Prabowo yakin ada motif politik di baliknya lantaran tidak ada kerugian materi yang dialami Ratna Sarumpaet.

Prabowo juga menyebutkan, Ratna Sarumpaet mengaku mendapat kalimat ancaman oleh pelaku terkait sikap politiknya.

Halaman
1234
Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu

Berita Populer