Kanal

Komjen Idham Azis: Radikalisme Tidak Bisa Diidentikkan dengan Islam

Kabareskrim Komjen Idham Azis sekaligus calon Kapolri pengganti Jenderal Tito Karnavian. - KOMPAS.COM/KRISTANTO PURNOMO

Komjen Idham Azis mengatakan perlu dilakukan kampanye atau sosialisasi kepada masyarakat mengenai pemahaman bahwa radikalisme merupakan tindakan suatu oknum yang tidak mewakilkan agama tertentu.

Menurutnya, radikalisme juga tidak bisa diidentikkan dengan sebuah lambang agama.

Ia menambahkan perlu adanya penegakkan hukum terhadap oknum-oknum tersebut.

Pernyataan Komjen Idham Azis itu pun langsung disambut dengan tepuk tangan meriah dari anggota Komisi III dan peserta rapat yang hadir sore itu.

Jadi Calon Tunggal Kapolri Gantikan Tito Karnavian, Idham Azis Janji Ungkap Kasus Novel Baswedan

Komisi III DPR RI Setujui Idham Azis Jadi Kapolri, Tagar #SelamatCalonKapolri Trending di Twitter

Disetujui Komisi III DPR RI, Idham Azis Sampaikan 7 Program Prioritas Jika Diangkat Jadi Kapolri

Selain masalah radikalisme, Komjen Idham Azis juga menyampaikan beberapa poin permasalahan yang terjadi dalam internal Polri.

Di antaranya adalah masalah kualitas dan kesejahteraan Sumber Daya Manusia (SDM), postur kelembagaan, pembenahan kultur, pengelolaan sinergi polisional, serta pengawasan di lingkungan Polri.

Komjen Idham Azis juga mengungkapkan program prioritas yang akan ia jalankan setelah dilantik menjadi Kapolri nanti.

Program prioritas tersebut ia bagi menjadi tujuh poin sebagai berikut.

1. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang unggul

Program ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan mendapatkan calon-calon polri yang unggul dan berkualitas.

Halaman
1234
Penulis: Clarissa Fauzany Priastuti
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu

Saat Tangis BCL Tumpah Dengar Ucapan Ayah Ashraf Sinclair: Terima Kasih Telah Mencintai Anak Saya

Berita Populer