Situasi di Hong Kong Dikabarkan Memanas, Donald Trump Sebut akan Beri Respon yang ''Menarik''

Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian tentang virus corona baru, yang menyebabkan COVID-19, di Kebun Mawar Gedung Putih pada 14 April 2020, di Washington, DC.

Reaksi China itu muncul merespons komentar terbaru dari Washington terkait kemungkinan menjatuhkan sanksi atas undang-undang keamanan nasional baru untuk kota tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan kepada wartawan dalam sebuah briefing bahwa AS berusaha membahayakan keamanan nasional China.

Lijian mengatakan Beijing telah mengajukan pernyataan tegas kepada Washington mengenai komentar penasihat keamanan nasional Gedung Putih Robert O'Brien bahwa undang-undang keamanan untuk Hong Kong dapat memicu sanksi dari AS kepada Hong Kong dan China.

China dan Amerika Serikat di Ambang Perang Dingin Baru

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Luar Negeri China, Minggu (24/5/2020), seperti dilansir Kompas.com.

Ketegangan antara kedua negara itu didasari oleh wabah virus corona, Hong Kong dan masalah lainnya.

"Telah menjadi perhatian kami bahwa beberapa 'kekuatan politik' di AS menahan hubungan China-AS dan mendorong kedua negara ini ke tepi Perang Dingin baru," menteri luar negeri Wang Yi mengatakan kepada wartawan, seperti Dilansir media Perancis AFP.

Gesekan lama antara kedua kekuatan tersebut terjadi atas perdagangan, hak asasi manusia dan isu-isu lain yang didorong memuncak sejak merebaknya Covid-19.

Wang tidak mengidentifikasi "kekuatan" apa yang dia maksudkan, tetapi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memimpin kritik dunia atas penanganan awal China terhadap pandemi, yang telah menyebabkan lebih dari 330.000 kematian dan kemerosotan ekonomi di seluruh dunia.

Sebuah pengantar di legislatif China pada Jumat lalu yang berbentuk proposal untuk memberlakukan Undang Undang keamanan di Hong Kong guna menekan gerakan pro-demokrasi kota semi-otonom telah semakin meningkatkan tensi ketegangan dan memicu kecaman AS dan dunia.

Halaman
1234
Editor: Imam Saputro
Sumber: Kompas.com

Berita Populer