Pakar Epidemiologi Ingatkan New Normal Bukan Berarti Pandemi Virus Corona Sudah Berakhir

FOTO ILUSTRASI - Suasana warga yang mengenakan masker melintas di Jalan MH Thamrin Jakarta, Rabu (13/5/2020).

"Mungkin epidemiologinya sudah mulai memenuhi syarat, tapi masyarakatnya belum siap ya kita harus tunda dulu," ungkapnya.

Menurutnya, tak masalah jika pemerintah menerapkan tatanan new normal dengan banyak tahapan.

"Kita jangan melonggarkannya sekaligus serentak, tahapannya sampai 10 kali tahapan ya enggak apa-apa."

"Pelan-pelan sekaligus mengedukasi masyarakat, pejabat juga," jelasnya.

 

Sosialisasi New Normal Secara Masif

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri Kabinet Indonesia Maju untuk melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat terkait protokol tatanan new normal (normal baru).

Adapun protokol yang harus disampaikan kepada masyarakat secara luas yakni menjaga jarak, rajin mencuci tangan, hingga tidak berkerumun.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Jokowi yakin jika masyarakat menerapkan aturan new normal, maka angka reproduksi harian (Rt) dan angka reproduksi secara umum (Ro) bisa menurun.

“Saya minta protokol beradaptasi dengan tatanan normal baru ini yang sudah disiapkan oleh Kementerian Kesehatan agar disosialisasikan secara masif."

Halaman
123
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribunnews.com

Berita Populer