WHO Hentikan Pengujian Hydroxychloroquine, Lopinavir, dan Ritonavir untuk Pengobatan Covid-19

ILUSTRASI obat-obatan.

TRIBUNPALU.COM - Pengujian terhadap hydroxychloroquine dan kombinasi lopinavir atau ritonavir untuk pengobatan pasien virus corona (Covid-19) telah dihentikan.

Hal ini disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Sabtu (3/7/2020) kemarin.

Sebelumnya, obat-obat tersebut telah diujicoba sebagai bagian dari tes untuk menemukan solusi yang efisien dalam menangani pandemi virus corona yang sedang berlangsung.

"WHO hari ini menerima rekomendasi dari Komite Pengarah Internasional Solidaritas Trial untuk menghentikan percobaan hydroxychloroquine dan lopinavir atau ritonavir," kata perwakilan WHO dalam sebuah siaran pers.

Dikutip dari laman Sputnik News, Minggu (5/7/2020), remdesivir, hydroxychloroquine, lopinavir atau ritonavir telah diuji WHO sejak Maret lalu dan melibatkan lebih dari 4.500 pasien.

"Komite Pengarah Internasional merumuskan rekomendasi tersebut berdasarkan bukti untuk hydroxychloroquine versus perawatan standar dan lopinavir atau ritonavir versus perawatan standar dari hasil sementara uji coba," jelas WHO.

WHO Menyatakan Tidak Ada Cukup Bukti yang Benarkan Bahwa Hewan Bisa Tularkan Corona pada Manusia

Kasus Konfirmasi Positif Meningkat, WHO Sebut Pandemi COVID-19 Masih Jauh dari Kata Akhir

Staf medis menunjukkan paket Nivaquine, tablet yang mengandung klorokuin dan Plaqueril, tablet yang mengandung hydroxychloroquine di IHU Mediterranee Infection Institute Marseille pada 26 Februari 2020. Obat-obatan itu telah menunjukkan tanda-tanda efektifitas melawan virus corona. (GERARD JULIEN / AFP)

Disebut Tengah Menutupi Kesedihan, Aurel : Pipi Bunda Ngajarin kalau Ada Sesuatu Dibawa Happy Aja

Bukan dari Pemerintah China, Laporan Pertama Covid-19 Ternyata dari Pihak Ini

Setelah Pertengkarannya dengan Seorang Pria di Live IG Jadi Trending Topic, Maudy Ayunda:All is Good

Bukti uji coba itu dipaparkan pada KTT WHO yang digelar pada 1 hingga 2 Juli lalu tentang penelitian dan inovasi corona.

Sementara itu, rumah sakit menyatakan bahwa kedua obat itu tidak mengurangi jumlah kematian pasien corona yang dirawat di rumah sakit, jika dibandingkan dengan standar perawatan yang ada.

Kendati demikian, WHO menambahkan, mereka juga tidak melihat bukti bahwa kedua obat itu dapat meningkatkan risiko angka kematian.

"Keputusan ini hanya berlaku untuk pelaksanaan uji coba pada pasien yang dirawat di rumah sakit dan tidak mempengaruhi evaluasi yang mungkin dilakukan dalam studi hydroxychloroquine dan lopinavir atau ritonavir lainnya pada pasien yang tidak dirawat di rumah sakit.

Setelah empat bulan dilakukannya pengujian klinis, para ahli WHO mengatakan bahwa remdesivir saat ini dianggap paling efektif dari semua obat yang diuji.

sumber:Sputnik News

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul WHO Hentikan Percobaan Hydroxychloroquine, Lopinavir dan Ritonavir untuk Pengobatan Covid-19
Penulis: Fitri Wulandari

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com

Berita Populer