Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS Akui Virus Corona Dapat Menyebar Lewat Udara

ilustrasi update coronavirus

TRIBUNPALU.COM - Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengakui virus corona dapat menyebar melalui tetesan pernapasan atau partikel kecil, seperti aerosol, yang diproduksi saat seseorang bernapas.

Untuk itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS itu telah memperbarui panduan tentang penyebaran Covid-19 di laman resminya pada Jumat (19/9/2020).

"VIrus di udara, termasuk Covid-19, yang paling menular dan mudah menyebar," kata laman resmi tersebut.

Mengutip CNN, CDC menyebut, Covid-19 diperkirakan menyebar ketika ada kontak dekat, sekira 1,5 meter.

"(Covid-19 menyebar) melalui tetesan pernapasan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk dan bersin atau berbicara," terang CDC.

CDC - CDC Mengakui Virus Corona dapat Menyebar Melalui Udara (MIT Technology Review)

Partikel-partikel ini dapat menyebabkan infeksi ketika "terhirup ke dalam hidung, mulut, saluran udara, dan paru-paru," katanya. 

"Ini dianggap sebagai cara utama penyebaran virus," jelas CDC.

"Ada bukti yang berkembang bahwa tetesan dan partikel di udara dapat tetap melayang di udara dan dihirup oleh orang lain, dan menempuh jarak lebih dari 1,5 meter," terang CDC,

"Secara umum, lingkungan dalam ruangan tanpa ventilasi yang baik meningkatkan risiko ini," ungkap CDC.

Pedoman Baru dari CDC

Halaman
123

Berita Populer