Tragedi Kalemago Poso

Keluarga Korban Teroris di Poso Minta Aparat Tingkatkan Keamanan di Desa Mereka

Keluarga Paulus Papa korban dari terorisme Poso saat menerima bantuan dari BNPT, Selasa (18/5/2021)

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, PALU - Keluarga korban dari teroris di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah minta keamanan ditingkatkan.

"Kami dari keluarga merasa berduka cita yang mendalam atas kepergian saudara kami, dan merasa sedih sekali karena kejadian-kejadian seperti itu terulang lagi," ungkap keluarga dari Lukas Lese, HS (53) saat diwawancara TribunPalu.com, Kamis 

HS berharap kedepannya tidak ada lagi korban dari aksi terorisme.

Agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan damai.

Terutama dalam aktivitas di kebun, karena rata-rata penghasilan masyarakat di Kecamatan Lore Timur adalah dari berkebun.

"Kami minta dari pihak keamanan supaya diperkuat," ucapnya.

"Supaya kami di Napu juga boleh beraktivitas di kebun dengan baik kembali dengan tidak ada rasa ketakutan lagi," tambah HS.

Baca juga: FISIP Untad Siapkan 40 Hadiah untuk Gowes, Terbuka untuk Umum

Baca juga: Temukan Tumpukan Sampah, Lurah Lolu Selatan Tegur Warganya

Baca juga: Berikut Wilayah Zonasi PPDB SMA Negeri di Pasigala Tahun Pelajaran 2021/2022

HS juga mengungkapkan bahwa korban Lukas Lese merupakan seorang duda.

"Dia telah cerai dari istrinya dan mempunyai satu anak umur sembilan tahun yang tinggal di wilayah Sulawesi Selatan," ungkapnya

Sebelumnya, Selasa (11/5/2021), empat warga asal Teraja, Sulawesi Selatan menjadi korban pembantai kelompok MIT.

di Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Keempat korban tewas tersebut diketahui bernama Simson Susa, Lukas Lese, Paulus Papa dan Marten Solon.

Aparat TNI-Polri dari Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya hingga kini terus melakukan pengejaran terhadap 9 anggota teroris paling dicari tersebut. (*)

Berita Populer