Virus Corona

Keganasan Covid-19 di India, Warga Disuruh Cari Jasad Kerabatnya Diantara Tumpukan Ratusan Mayat

Warga INDIA Disuruh Cari Sendiri Jasad Kerabat Diantara Ratusan Tumpukan Mayat Korban Corona, pihak RS setempat memberikan sanksi kepada securuty dan dua stafnya pada Minggu (6/6/2021).

TRIBUNPALU.COM - virus corona semakin ganas menyerang India.

Tak hanya kasusnya yang meningkat dari hari ke hari, tetapi penanganan pasien korban COVID-19 pun menjadi persoalan baru.

Sebab, pihak rumah sakit, Klinik dan rumah-rumah penanganan khusus untuk Korban virus corona di India ini kewalahan.

Akibatnya, pemandangan mengerikan terlihat dari tumpukan mayat di sebuah gudang kecil milik rumah sakit sudah menjadi pemandangan biasa.

Namun, yang membuat miris, mayat-mayat korban COVID-19 yang berjumlah ratusan itu, dibiarkan bertumpuk dan berserakan di gudang tanpa identifikasi yang jelas, siapa nama, alamat dan nomornya.

Baca juga: Update Vaksinasi Covid-19 di Sulteng:Pembelajaran Tatap Muka Tunggu Tenaga Pengajar Selesai Divaksin

Baca juga: Pandemi Covid-19 Bisa Berubah Menjadi Endemi? Apa Itu Endemi? Ini Penjelasan Para Ahli

Baca juga: Gangguan Mental Dapat Picu Long Covid, Ini Penjelasan Dokter

Petugas kamar mayat sepertinya kewalahan melakukan identifikasi, sehingga mereka membiarkan saja, bahkan menyuruh pihak keluarga mencari sendiri mayat kerabatnya yang jadi korban COVID-19.

Mereka mencari sendiri diantara ratusan tumpukan mayat korban COVID-19 yang berserakan tersebut.

Dalam sebuah foto-foto dan video viral di sosial media dan di beberapa media terkemuka diantaranya The Sun, yang dikutip Sripoku.com Minggu (6/6/2021) memperlihatkan bagaimana upaya dua orang pria berusia 46 tahun yang membuka satu persatu penutup jenazah demi menemukan keluarganya diantara serakan ratusan tumpukan mayat korban virus corona tersebut.

Seperti dilaporkan The Sun pada Jumat (4/6/2021), tumpukan mayat-mayat korban COVID-19 tersebut, dibiarkan berserakan dan ditumpuk dalam satu ruangan, hanya dibungkus sebuah terpal tipis dari bahan sintetis.

Mayat tersebut dibungkus dan diikat seadaanya, sementara petugas security dan staf hanya membiarkan dua pria yang terlihat sangat berduka ini, mencari dan membuka satu persatu penutup muka mayat korban COVID-19 tersebut hingga akhirnya mereka menemukan keluarganya.

Halaman
1234

Berita Populer