Trending Topic

Minta Sri Mulyani Batalkan Rencana PPN Sembako, MPR: Jangan Hanya Pandai Olah Angka Tapi Rasa Juga

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

TRIBUNPALU.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memuat rencana pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) pada bahan pokok atau sembako dan sektor Pendidikan.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta Sri Mulyani membatalkan rencana tersebut.

Sebagaimana juga sudah tegas ditolak oleh dua organisasi kemasyarakatan terbesar, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. 

Selain bertentangan dengan sila ke-5 Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, Bamsoet menilai sektor sembako dan Pendidikan juga sangat berkaitan dengan naik turunnya inflasi. 

"Pengenaan pajak PPN, otomatis akan membuat harga sembako maupun Pendidikan naik tajam.

Pada akhirnya akan menaikan inflasi Indonesia. Rata-rata per tahunnya, dari kondisi harga beras saja bisa menyumbang inflasi mencapai 0,13 persen.

Tidak bisa dibayangkan bagaimana jadinya apabila sembako, terutama beras, akan dikenakan PPN," ujar Bamsoet, kepada wartawan, Minggu (13/6/2021). 

Penampilan Bambang Soesatyo saat konferensi pers di Gedung BNPB pada Kamis (2/4/2020) (Istimewa)

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, ditengah masih rendahnya kulitas Pendidikan di berbagai institusi Pendidikan negeri, pemerintah seharusnya berterimakasih kepada organisasi masyarakat seperti NU, Muhammadiyah, serta berbagai organisasi masyarakat yang telah membantu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menyiapkan institusi Pendidikan berkualitas bagi masyarakat. 

Pengenaan PPN terhadap Pendidikan, sama saja menegasikan peran NU, Muhammdiyah, dan berbagai organisasi masyarakat yang memiliki concern terhadap Pendidikan. 

"Dalam membuat kebijakan, Kementerian Keuangan seharusnya tidak hanya pandai dalam mengolah angka.

Halaman
1234

Berita Populer