Wisata Sulteng

Melirik Prokes di Taman Hutan Kota dan Agrowisata Palu

Editor: mahyuddin

TRIBUNPALU.COM, PALU - Protokol kesehatan menjadi perhatian Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah.

Pengelola destinasi wisata tak hanya harus menjaga keasrian lokasi wisata tapi juga kenyamanan pengunjung dengan pengadaan protokol kesehatan.

Protokol kesehatan dimaksud adalah pengadaan wastafel dan sabun cuci tangan, pewajiban Masker di lingkup wisata dan pemeriksaan suhu tubuh.

Semua prokol kesehatan itu dituangkan melalui program Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability atau disingkat CHSE.

Informasi diperoleh Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sulteng, Selasa (29/1/2021), penerapan protokol kesehatan hampir ada di setiap lokasi wisata, termasuk Kota Palu.

Taman Agrowisata Palu di Desa Padende, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, contohnya.

Kebun seluas 2 hektare lebih itu menyiapkan tempat cuci tangan plus sabun cuci tangan di dekat gerbang masuknya.

Tak hanya mewajibkan pengunjung mengenakan masker, tempat itu juga menyediakan handsanitizer untuk pengunjung di meja kasir.

Baca juga: Hot Spring Bora, Terapi Air Panas dengan Nuansa Alam di Kaki Bukit Sigi

Baca juga: Taman Nasional Lore Lindu, The Hidden Paradise Central Celebes

Taman Agrowisata Palu di Desa Padende, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, (TRIBUNPALU.COM/UNDINK)

Pengunjung yang membeli buah atau bertansaksi harus menggunakan handsanitizer sebelum dan setelah.

"Keamanan dan kesehatan pengunjung di tempat ini adalah peioritas kami," kata pemilik kebun tersebut Ika Purwantini kepada TribunPalu.com.

Halaman
1234