KKB Papua

Muak dengan Teror KKB Papua, Sejumlah Ormas Ogah Rayakan Hari Jadi OPM 1 Juli: Kami Menolak

Editor: Muh Ruliansyah
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua

TRIBUNPALU.COM - Aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua telah menjadi teror bagi masyarakat di Bumi Cenderawasih.

Akibatnya, sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) mengaku muak dan ogah memperingati hari jadi Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Adapun hari jadi OPM jatuh setiap tanggal 1 Juli.

Ketua Komponen Merah Putih Provinsi Papua, Albert Ali Kabiay, mengatakan peryataan sikap tersebut demi menjaga Tanah Papua tetap aman dan damai.

Baca juga: Tepat HUT Bhayangkara ke-75, 534 Personil Polda Sulteng Terima Kenaikan Pangkat

Baca juga: Aksi Penembakan KKB Papua Meningkat, 23 Orang Meninggal Termasuk 10 Anggota TNI-Polri

Alasannya, lantaran melihat dinamika politik dan gangguan keamanan yang ditengarai organisasi tersebut selama ini di Papua.

"Kami menolak segala bentuk kegiatan peringatan 1 Juli HUT TPN/OPM atau kelompok separatis teroris di Papua.

Sebab 1 juli yang sesungguhnya ialah HUT Bhayangkara Polri," ujarnya dalam keterangan pers di Obhe Kampung Sereh, Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Rabu (30/6/2021).

Seperti dilansir dari Tribun-Papua.com dalam artikel 'Sejumlah Organisasi Masyarakat di Papua Tolak Peringatan OPM 1 Juli'

Kabiay saat memberikan keterangan pers, didampingi sejumlah tokoh muda Papua; Ondoafi Kampung Sereh, Yanto Eluay yang juga anak kandung dari tokoh masyarakat Papua yang disegani, almarhum Theys Eluay.

Kemudian, Ketua Barisan Merah Putih, Max Ohee, anak kandung dari Pejuang Pepera 1969, Ramses Ohee.

Halaman
1234