Palu Hari Ini

VIDEO: Palu Masuk 5 Besar Daerah Paling Rawan Peredaran Narkoba, LS-ADI Demo DPRD, BNN dan Polisi

Penulis: Ketut Suta
Editor: Haqir Muhakir

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU - Lingkar Studi dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI) Kota Palu menggelar aksi protes, Rabu (30/6/2021) siang.

Aksi protes itu dikarenakan Kota Palu masuk 5 besar daerah paling rawan peredaran Narkoba di Provinsi Sulawesi Tengah.

Aksi protes dengan membawa spanduk perangi narkoba itu dilakukan di tiga titik.

Di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, dilanjutkan ke Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu dan di depan Mako Kepolisian Resor (Polres) Palu.

Koordinator lapangan (Korlap) Asriadi R Sunuh mengatakan, dengan masuknya Kota Palu dalam lima wilayah penyebaran rawan narkoba di Sulteng, pemerintah harus segera melakukan tindakan.

Baca juga: VIDEO: Detik-detik TNI Bawa Senapan Laras Panjang di Mapolres Banggai

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Banggai Bertambah 25 Orang Hari Ini, Satu Meninggal Dunia

Mengingat semakin hari penyalahgunaan narkoba semakin meluas di Kota Palu.

"Peraturam daerah sudah sangat dibutuhkan, sehingga perlu pecepatan dalam penerbitanya, mengingat daerah lain sudah melakukan hal itu, dan berhasil," ujar Asriadi.

"Kita tau wilayah itu merupakan daerah dijuluki kampung narkoba, kalau bisa lock down wilayah-wilayah itu," tambahnya.

Ia juga menerangkan, agar program diambil pemerintah dapat melibatkan masyarakat secara aktif dalam mememerangi barang haram itu.

"Jangan hanya terlalu banyak melakukan kegiatan seremonial saja," katanya.

LS-ADI juga mendesak kepolisian khususnya Polres Palu untuk dapat mensterilkan kampung Narkoba di Kota Palu.

Harus bersikap tegas dan transparan dalam penindakan penyalaguna Narkoba.

"Kalau perlu turun langsung dan dirikan pos dan lockdown di wilayah yang menjadi zona merah itu," tutup Korlap LS-ADI. (*)