Teroris MIT Poso

Teror Kelompok MIT Poso Belum Berakhir, Kepala BNPT: Masyarakat Letih Dihantui Ketakutan

Penulis: fandy ahmat
Editor: Muh Ruliansyah
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar menyebut masyarakat sudah letih dihantui ketakutan akibat teror kelompok MIT Poso

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar meninjau pelaksanaan Operasi Madago Raya selama 3 hari mulai 26 - 29 Juli 2021.

Pada kesempatan itu, Komjen Boy memberikan bantuan kepada ahli waris dari korban pembantaian kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Kabupaten Poso dan Sigi, Sulawesi Tengah.

Ia juga menggambarkan kondisi terkini masyarakat yang tinggal di wilayah operasi mencakup Kabupaten Poso, Sigi dan Parigi Moutong. 

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) itu menyebut masyarakat sudah sangat jenuh dengan kasus teror MIT. 

"Masyarakat umumnya jenuh dan letih dengan kondisi keamanan di daerahnya. Mereka tidak leluasa melakukan aktivitas karena selalu dihantui kekhawatiran dan ketakutan," ujar Boy, Jumat (30/7/2021).

Baca juga: Peringatan Dini BMKG, Sabtu 31 Juli 2021: 11 Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem Hujan Lebat Angin Kencang

Kelompok MIT pimpinan Ali Kalora saat ini diketahui tersisa enam orang.

Dalam memburu kelompok teroris tersebut, setidaknya sudah tiga kali operasi aparat TNI-Polri berganti nama.

Mulai dari Operasi Camar Maleo 2015, Operasi Tinombala 2016 dan Operasi Madago Raya 2021.

Namun, Ali Kalora Cs masih terus meneror dan membantai warga sipil.

Bersama TNI-Polri, Boy berkomitmen pihaknya akan segera mengakhiri kasus MIT di Poso dan sekitarnya.

"Semua berharap agar sisa-sisa kelompok MIT ini segera dituntaskan. Kami mohon doa dan dukungan semua pihak. Saya yakin kasus ini akan selesai dan kehidupan masyarakat bisa kembali normal," ucapnya. (*)