Virus Corona di Sulteng

Pasien Covid-19 di Banggai Mengeluh Tak Dapat Pelayanan, Ini Tanggapan Puskesmas Balantak

Penulis: Asnawi Zikri
Editor: Putri Safitri
ILUSTRASI Tes Swab

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Penanganan pasien COVID-19 di Kecamatan Balantak Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menuai keluhan.

Keluhan itu datang dari Fatmawati Saluni, warga Desa Poyang.

Dia mengaku, tim medis Puskesmas Balantak Selatan hanya manyatakan dirinya terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa ada penjelasan lanjut.

Bahkan, selama 14 hari isolasi mandiri tidak pernah dikunjungi petugas kesehatan untuk diberikan vitamin dan obat-obatan.

"Hasilnya positif dan oleh pihak puskesmas. Saya diberikan surat keterangan tetapi tidak dicantumkan untuk isoman," ungkap Fatmawati.

Baca juga: 612 Siswa SMP Negeri 6 Palu Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis I Jelang Sekolah Tatap Muka

Baca juga: 161 Warga Morut Terima Suntikan Vaksin Covid-19 Merdeka Serentak Di MA Alkhairat Kolonedale

FOLLOW:

Fatmawati Saluni mengatakan, dirinya hanya mendapatkan kunjungan dari Kapolsek Balantak yang memberikan bantuan sembako. 

Namun, hingga selesai masa isoman tak mendapatkan bantuan vitamin.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Balantak Selatan, Mariani Mahmud menjelaskan, pasien COVID-19 asal Desa Poyang tersebut telah membuat resah warga setempat karena enggan melakukan isolasi mandiri.

Padahal, pasien tersebut telah mendapatkan surat keterangan hasil swab antigen yang menyatakan dirinya terpapar COVID-19 tanpa gejala.

"Masyarakat Poyang resah karena dia pikir dia tanpa gejala jadi dia tetap keluar (rumah)," terang Mariani Mahmud, Rabu (22/9/2021) malam.

Baca juga: Penjual Stiker di Tondo Temui Kadis Perindag Kota Palu, 60 Pedagang Minta Diberikan Lahan Layak

Mariani Mahmud pun menjelaskan bahwa pasien atas nama Fatmawati Saluni adalah seorang guru yang ingin mengikuti ujian seleksi PPPK.

Kedatangannya di Puskesmas Balantak Selatan hanya untuk mendapatkan surat keterangan hasil swab antigen untuk dapat mengikuti seleksi PPPK guru.

"Hari itu, ada dua orang guru yang positif (COVID-19). Yang di Tanggawas diberi pengobatan. Mungkin karena ibu Fatmawati cepat pulang sehingga kelupaan obatnya," kata Mariani. (*)