Kiwirok Dikepung KKB, Warga Ketakutan dan Ingin Mengungsi, Kapolda Papua Siapkan Skenario Ini

Kebulan asap yang berasal dari sejumlah bangunan yang dibakar KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021)(Istimewa)

TRIBUNPALU.COM - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) terus melakukan aksi teror di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Kondisi itu membuat masyarakat yang tinggal di daerah tersebut ketakutan dan ingin mengungsi ke Jayapura.

Melihat hal itu, Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menyatakan siap membantu warga Kiwirok yang ingin mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Tentu kalau ingin dievakuasi kita akan evakuasi," kata Fakhiri di Jayapura, Kamis (23/9/2021).

Menurut Fakhiri, saat ini Satgas Nemangkawi sudah berhasil masuk ke Kiwirok dan berusaha mengendalikan situasi.

Meski begitu, Fakhiri belum bisa memastikan keberadaan KKB di Kiwirok.

Baca juga: Nasib Nakes Gerald Sokoy 10 Hari Berada di Markas OPM, Sempat Dinyatakan Hilang saat Serangan KKB

Baca juga: KKB Papua Kini Diburu Korps Baret Biru Tua, Situasi Terkini Distrik Kiwirok Semakin Memanas

"Setelah kita amankan bandara nanti pasukan masuk, kita akan lakukan pembersihan di sana," kata Fakhiri.

Sebelumnya pada Rabu (23/9/2021), Korem 172/PWY mengevakuasi tiga warga Kiwirok dengan helikopter ke Jayapura.

Ketiga warga itu adalah,  Magdalena Esawaek (39) guru SMP, Rospiani Purba (55) guru SMP, dan Yosepa Taplo (50) ibu rumah tangga.

"Selama proses evakuasi, personel kami mendapatkan gangguan tembakan dari  pihak KKB Ngalum Kupel, namun hal tersebut bisa diatasi sehingga evakuasi dapat berjalan dengan aman," kata Danrem 172/PWY Brigjen Izak Pangemanan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Situasi di Kiwirok Tidak Kondusif, Kapolda Papua: Kalau Warga Ingin Dievakuasi, Kita Evakuasi", 
Penulis : Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi
Editor : Dheri Agriesta