Universitas Muhammadiyah Palu

Universitas Muhammadiyah Palu Berencana Bangun Pusat Bisnis Halal

Penulis: fandy ahmat
Editor: Haqir Muhakir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Rektor Unismuh Palu Prof Rajindra

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu berniat membangun Pusat Bisnis Halal di area kampus. 

Unismuh Palu berlokasi di Jl Hang Tuah, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah. 

Rektor Unismuh Palu Prof Rajindra menjelaskan, akses masuk kampus nantinya didirikan ruko sebagai Pusat Bisnis Halal. 

Selain itu, Gedung Islamic Center Unismuh Palu akan dikelola dalam bentuk penyewaan, seperti seminar, workshop, hajatan pernikahan dan lain-lain.

"Bisnis ini untuk menambah pendapatan dalam menopang pembiayaan kampus. Sekarang bukan zamannya meningkatkan pendapatan kampus dengan cara menaikan SPP mahasiswa," kata Prof Rajindra, Senin (18/10/2021). 

Baca juga: Polda Sulteng Bakal Panggil Oknum Kapolsek di Parimo dan Korban Terkait Dugaan Tindakan Asusila

Baca juga: Wawali Tutup Turnamen Sepak Takraw Antar Pelajar di Palu, Ajang Persiapan ke Popda dan Porprov

Prof Rajindra menilai, menaikan SPP hanya menambah beban para orangtua mahasiswa terlebih di tengah kondisi pascabencana 2018 dan pandemi Covid-19. 

Ia menambahkan, pihaknya juga akan memanfaatkan hutan pendidikan yang dimiliki Unismuh Palu seluas 5.100 hektare di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. 

Hutan pendidikan itu sebagaian akan ditanami tanaman yang bisa menghasilkan uang, seperti tanaman porang, jagung dan lainnya.

Akan tetapi, kata Prof Rajindra, orang bekerja di setiap unit bisnis tadi tidak mendapatkan gaji, melainkan berdasarkan persentase.

Guru Besar Ilmu Manajemen itu menuturkan, sistem persentase dapat lebih memotivasi karyawan karena penghasilan ditentukan dari besaran pendapatan dari unit kegiatan bisnisnya. 

"Kalau perlu setiap unit bisnisnya berbentuk Perseoran Terbatas (PT). Namun orang-orang yang nekerja di dalamnya tidak mendapatkan gaji, melainkan sistem persentase," ucap Prof Rajindra. (*)