DMI Sulteng

PP DMI Dukung Pengembangan Kapasitas Dai dan Imam untuk Makmurkan Masjid

Penulis: Citizen Reporter
Editor: Haqir Muhakir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum PP DMI Jusuf Kalla (kiri) bersama Ketua DMI Sulteng Ahmad M Ali (kanan)

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP-DMI) mendukung peningkatan dan pengembangan kapasitas dai dan imam yang dilakukan oleh Pimpinan Wilayah (PW) DMI Sulteng, dalam rangka mewujudkan visi memakmurkan dan dimakmurkan masjid.

"DMI Sulteng memiliki banyak program nyata dan sangat aktif," ucap Ketua Umum PP DMI Jusuf Kalla, di Sigi, Jumat, dalam ramah tamah bersama peserta pelatihan dai dan imam, serta santri Pondok Pesantren Insan Cita Indonesia.

DMI Sulteng dalam menindaklanjuti visi memakmurkan dan dimakmurkan masjid, menggagas dan melaksanakan beberapa program unggulan dan inovasi di antaranya pelatihan dai dan imam, pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis masjid (masjid mart) dan peningkatan kualitas dan kebersihan sarana masjid.

Peningkatan kapasitas melalui pelatihan imam dan dai, menurut Jusuf Kalla penting dilakukan, seiring dengan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap keberadaan dai dan imam di tengah kehidupan sosial keagamaan.

Baca juga: DMI Sulteng Asah Potensi Kepemimpinan 30 Pelajar Muslim Palu

Jusuf Kalla menguraikan secara nasional terdapat kurang lebih 800 ribu masjid dan mushalla berbagai tipologi di Tanah Air, yang secara langsung membutuhkan dai dan imam.

"Setidaknya kita membutuhkan dai dan imam yang kurang lebih dapat mengisi seluruh masjid dan mushalla tersebut," ungkapnya.

Ia menyarankan kepada PW DMI Sulteng agar dalam pelatihan dai dan imam, tidak semata - mata menyampaikan materi tentang keagamaan dan keislaman, tetapi juga materi lainnya, sehingga dai dan imam memiliki pengetahuan yang luas.

"Mungkin kita perlu melibatkan para ahli ekonomi, ahli pertanian, sehingga dai dan imam tidak hanya menyampaikan tentang aqidah dan sebagainya, tetapi juga menyampaikan pesan yang berdampak pada kemajuan masyarakat," ujarnya.

Terkait hal itu Ketua PW DMI Provinsi Sulteng Ahmad Ali menyatakan pelatihan yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas dai dan imam se-Sulawesi Tengah.

Haji Matu, sapaan akrab Ahmad M Ali mengatakan bahwa dalam implementasinya, PW DMI Sulteng bersinergi dengan pondok pesantren yang menjadi laboratorium pengembangan kapasitas dai dan imam.

"Lewat pelatihan ini, para dai dan imam memiliki kemampuan membaca alquran, serta memiliki pemahaman tentang keislaman dan keagamaan yang luas," sebutnya.

Pelatihan ini, tambahnya, juga untuk membentuk pemahaman dai dan imam yang moderat, sehingga dalam kehidupan sosial keagamaan dai dan imam menjadi penyejuk di masyarakat.

PW DMI Sulteng menargetkan meningkatkan 800 imam dan dai yang tersebar di 12 kabupaten dan satu kota di Sulteng dalam 10 angkatan.

Pembinaan dan peningkatan kapasitas dai dan imam telah dimulai pada September 2022 dan saat ini telah memasuki angkatan ke tiga. (*)

Berita Terkini