Viral

FAKTA Kasus Satu Keluarga Tewas di Magelang, Ayah Sempat Curhat Pelaku Minta Rp 32 Juta Tiap Bulan

Editor: Putri Safitri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tiga anggota keluarga ditemukan tewas di sebuah rumah di Jalan Sudiro, No.2, Gang Durian, RT10/RW1, Desa Prajenan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Senin (28/11/2022). Penampakan kondisi rumah tempat penemuan jenazah dipasangi garis polisi di Mertoyudan, Magelang, Senin (28/11/2022).

TRIBUNPALU.COM - Kasus Satu Keluarga Tewas di Magelang menjadi sorotan publik hingga Viral di Media Sosial.

Penyebab Satu Keluarga Tewas di Magelang akibat pelaku menaruh Racun dalam minuman mereka.

Sang Ayah, salah satu korban kasus Satu Keluarga Tewas di Magelang tersebut ternyata sempat curhat ke saudaranya.

Tak disangka, curhat itu menjadi keluh kesah terakhir Ayah di Magelang sebelum akhirnya tewas diracun putranya sendiri.

Dalam curhatnya, Abbas Ashari bercerita bahwa anaknya yang kini jadi pelaku pembunuhan setiap bulan meminta uang hingga Rp 32 juta padanya.

Tak jelas untuk apa uang Rp 32 juta yang diminta oleh Dhio Daffa Syadilla tersebut.

Hal ini diungkap oleh Sukoco (69) kakak tertua dari Heri Riyani, ibunda Dhio Daffa Syadilla sang pelaku.

Racun yang dipakai pelaku untuk bunuh keluarganya di Magelang ternyata sangat mematikan (IST/Grafis via TribunVideo)

Dengan mata berkaca-kaca, Sukoco tak menyangka adiknya dibunuh oleh keponakannya sendiri.

Almarhumah kesehariannya itu baik, di rumah, kepada tetangga dan keluarga juga baik,"ujarnya saat ditemui di rumah duka, pada Selasa (29/11/2022).

Ia menambahkan, biasanya berkomunikasi dengan keluarga korban melalui via telepon karena jarak mereka yang berjauhan.

Selama ini, keluarga korban selalu mengatakan dalam keadaan sehat.

"Karena saya tidak tinggal di sini, komunikasi saya bertelepon saja kadang-kadang.

Sehat? Sehat, ya sudah. Gitu aja.

Tau-tau, kemarin pagi saya ditelepon sudah meninggal semua.

Halaman
1234

Berita Terkini