Rusia Ngaku Siap Damai dengan Ukraina, Asalkan Amerika Serikat Mampu Penuhi Syarat Khusus Ini

Editor: Putri Safitri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Vladimir Putin dan Joe Biden. Presiden Rusia, Vladimir Putin menolak permintaan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden untuk damai dengan Ukraina, jika syarat khusus tak terpenuhi.

TRIBUNPALU.COM - Diketahui Rusia dan Ukraina kini dalam kondisi terbaru.

Meski peperangan masih berlangsung, Rusia nampaknya sudah mulai terbuka untuk bernegosiasi masalah invasinya ke Ukraina.

Rusia memang sudah lama menggempur Ukraina habis-habisan.

Rusia dilaporkan telah kehilangan 13.000 tentaranya selama melakukan invasi ini.

Sementara itu, Ukraina sendiri juga babak belur usai beberapa fasilitas vital negara tersebut diberondong hujan rudal oleh Rusia.

Kini Rusia akhirnya membuka opsi jalur diplomasi.

Presiden Rusia, Vladimir Putin menolak permintaan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden untuk damai dengan Ukraina, jika syarat khusus dari Rusia tak terpenuhi.

Rusia mensyaratkan beberapa hal, termasuk mengakui empat wilayah baru Rusia yang dianeksasi selama perang di Ukraina.

Empat wilayah itu adalah Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia.

Sebelumnya, Vladimir Putin telah mendeklarasikan empat wilayah baru Rusia tersebut melalui siaran TV Rusia pada 30 September 2022, setelah mengadakan referendum.

Vladimir Putin mengklaim deklarasi itu ia lakukan karena kehendak jutaan orang dari keempat wilayah itu memiliki hak menentukan nasib sendiri untuk bergabung dengan Rusia, dikutip dari CNBC.

Menanggapi permintaan diplomasi AS, Juru Bicara Rusia Dmitry Peskov mengatakan, Vladimir Putin tetap terbuka untuk negosiasi selama AS juga dapat menjamin keamanan Rusia.

Dmitry Peskov mencatat permintaan Joe Biden agar Vladimir Putin menarik pasukannya dari Ukraina, yang tidak mungkin dilakukan karena AS tidak mengakui empat wilayah baru Rusia.

"AS masih belum mengakui wilayah baru Federasi Rusia," kata Dmitry Peskov, Jumat (2/12/2022), dikutip dari KBIA.

Halaman
12

Berita Terkini