Minggu, 10 Mei 2026

Ramadan 2026

10 Malam Terakhir Ramadan, Tingkatkan Ibadah dan Doa Memohon Ampunan

Sepuluh malam terakhir dikenal sebagai waktu yang penuh keberkahan, termasuk malam Lailatul Qadar, yang keutamaannya melebihi seribu bulan.

Tayang:
Editor: Fadhila Amalia
Pexels
ILUSTRASI - Memasuki 10 malam terakhir Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan doa, khususnya memohon ampunan Allah SWT seluas-luasnya.  
Ringkasan Berita:
  • Memasuki 10 malam terakhir Ramadan, umat Muslim dianjurkan memperbanyak sholat malam, dzikir, tilawah Al-Qur’an, dan doa, khususnya memohon ampunan Allah SWT, termasuk membaca doa “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
  • Rasulullah SAW menghidupkan sepuluh malam terakhir dengan ibadah sungguh-sungguh, membangunkan keluarga untuk beribadah.
  • Sedekah sunnah dan zakat dianjurkan sebagai bentuk kepedulian sosial, untuk membantu anak yatim, dhuafa, dan sesama.

TRIBUNPALU.COM - Memasuki 10 malam terakhir Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan doa, khususnya memohon ampunan Allah SWT seluas-luasnya. 

Sepuluh malam terakhir dikenal sebagai waktu yang penuh keberkahan, termasuk malam Lailatul Qadar, yang keutamaannya melebihi seribu bulan.

Umat Muslim dianjurkan memperbanyak sholat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa memohon ampunan serta rahmat Allah SWT. 

Baca juga: Harga Emas Terbaru Hari Ini Rabu 11 Maret 2025, Emas Antam Naik 40 Ribu/Gram, Ini Daftar Harganya

Aktivitas ini bertujuan untuk membersihkan hati, mendekatkan diri kepada Allah, dan meningkatkan amal ibadah di bulan suci Ramadan.

Selain itu, sedekah dan kebaikan sosial juga dianjurkan dilakukan selama sepuluh malam terakhir sebagai wujud kepedulian dan ikhtiar meraih ridha Allah SWT.

Para ulama menekankan pentingnya memanfaatkan waktu ini sebaik-baiknya, karena setiap ibadah yang dilakukan dengan ikhlas pada sepuluh malam terakhir memiliki pahala berlipat ganda.

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari)

Untuk mendapatkan ampunan-Nya dan meraih malam lailatul qadar, berikut doa yang dapat dibaca pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Baca juga: Baznas Banggai Kepulauan Salurkan 520 Paket Ramadan 1447 H ke Masyarakat

Doa 10 Hari Terakhir Ramadan

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
 
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Rasulullah SAW mengajarkan doa tersebut yang diriwayatkan dalam sebuah hadis.

Dari Aisyah, beliau berkata, "Wahai Rasulullah, apabila saya menjumpai malam Lailatul Qadar, bagaimana saya harus berdoa?" Rasulullah SAW menjawab, "Katakanlah Allahumma Innaka Affuwun Tuhibbul 'Afwa Fa'fu 'Anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Engkau mencintai seorang pemaaf, maka ampunilah aku)." (HR Ahmad).

Amalan 10 Hari Terakhir Ramadan

Ramadan adalah bulan suci yang penuh ampunan Allah SWT, sehingga menjelang berakhirnya Ramadan menjadi momen yang istimewa.

Baca juga: Gedung Baru Kantor Camat Mamosalato Diresmikan, Pelayanan ke Masyarakat Ditingkatkan

Karena keistimewaannya, Rasulullah SAW mengingatkan muslim untuk tidak menyia-nyiakan waktu di bulan Ramadan dengan tidak memohon ampunan Allah SWT hingga Ramadan berakhir.

Dari Ka‘ab bin ‘Ujrah, Rasulullah ﷺ bersabda: “Ketika aku naik mimbar aku mengucapkan: Amin, amin, amin.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau mengucapkannya?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Jibril berkata kepadaku: Celakalah seseorang yang mendapati Ramadan namun ia tidak diampuni dosanya. Maka aku berkata: Amin.” (HR. Tirmidzi)

Berikut amalan yang dapat dikerjakan setiap muslim pada bulan Ramadan, dikutip dari Kementerian Agama.

1. Memperpanjang Shalat Malam

Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah SAW semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah. 

Beliau menghidupkan malam dengan shalat, zikir, dan berbagai ibadah lainnya hingga menjelang fajar. 

Bahkan beliau juga membangunkan keluarganya agar turut beribadah dan merasakan keutamaan malam-malam tersebut.

Sebagaimana penuturan Aisyah RA: “Rasulullah SAW biasa ketika memasuki 10 Ramadan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Memperbanyak Sedekah

Baca juga: Sidak LPG 3 Kg di Morowali Utara, Pangkalan Nakal Ditutup

Memperbanyak sedekah di sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan bentuk rasa syukur karena masih dipertemukan dengan bulan suci.

Sedekah juga menjadi pelengkap ibadah puasa dan ibadah lainnya, karena keimanan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah pribadi, tetapi juga melalui kepedulian kepada sesama.

Sebagaimana firman Allah SWT: “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (Qs. As-Sajdah: 16).

Sedekah pada waktu ini tidak hanya berupa zakat fitrah atau zakat mal, tetapi juga sedekah sunnah.

Bentuknya bisa berupa uang, makanan, pakaian, atau bantuan bagi anak yatim dan kaum dhuafa agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan menjelang Idul Fitri.

3. I’tikaf

I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah kepada Allah SWT.

Selama i’tikaf, seseorang mengisi waktunya dengan berbagai amalan seperti zikir, doa, membaca Al-Qur’an, shalat sunnah, bershalawat, serta memperbanyak istigfar dan taubat.

I’tikaf dapat dilakukan kapan saja, tetapi sangat dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan, sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut:

Dari Abdullah bin Umar RA berkata: “Rasulullah SAW selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari)

4. Tilawah Al-Qur’an

Memperbanyak membaca Al-Qur’an juga menjadi amalan penting di sepuluh hari terakhir Ramadan.

Banyak umat Islam mengisi malam-malam tersebut dengan tilawah, baik di masjid maupun di rumah.

Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang ringan tetapi memiliki pahala besar.

Oleh karena itu, banyak orang berusaha menuntaskan khatam Al-Qur’an menjelang akhir Ramadan.

Bagi yang memiliki kesibukan, menargetkan khatam satu kali sudah menjadi pencapaian yang baik karena yang terpenting adalah terus meningkatkan tilawah pada hari-hari terakhir Ramadan.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved