Minggu, 3 Mei 2026

Mojtaba Khamenei Dikabarkan Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini Sosoknya

Mojtaba Khamenei, putra kedua dari Ali Khamenei, dikabarkan telah terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Lisna Ali
WIKIMEDIA COMMONS via WION | Handover/Saudi Gazette
PEMIMPIN IRAN - Mojtaba Khamenei,(kiri) putra kedua dari Ali Khamenei, dikabarkan telah terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. 

TRIBUNPALU.COM - Mojtaba Khamenei, putra kedua dari Ali Khamenei, dikabarkan telah terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.

Laporan pemilihan ini mencuat setelah Majelis Para Ahli (Assembly of Experts) dilaporkan mengambil keputusan tersebut.

Melansir dari Iran International, pemilihan Mojtaba disebut berlangsung di bawah pengaruh dan tekanan kuat dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Lalu siapakah sosok Motjaba Khamenei?

Sosok Motjaba Khamenei

Sosok Mojtaba yang kini berusia 56 tahun dikenal memiliki hubungan yang sangat sangat erat dengan elit militer paling berpengaruh di Iran tersebut.

Meskipun memegang posisi tertinggi saat ini, Mojtaba sebenarnya bukanlah seorang ulama dengan pangkat keagamaan tinggi.

Ia juga tercatat tidak pernah memegang jabatan resmi atau peran formal dalam struktur pemerintahan rezim sebelumnya.

Namun, pengamat meyakini bahwa ia selama ini merupakan tokoh yang mengendalikan banyak kebijakan di balik layar.

Pengalaman lapangan Mojtaba tercatat saat ia bertugas di angkatan bersenjata Iran selama masa Perang Iran–Irak.

Naiknya Mojtaba ke puncak kekuasaan terjadi di tengah situasi keamanan Iran yang sedang berada dalam titik nadir.

Banyak petinggi negara dilaporkan telah dinetralisir akibat serangan udara masif yang melanda wilayah tersebut baru-baru ini.

Mojtaba disebut sebagai salah satu anggota keluarga inti Khamenei yang berhasil selamat dari rangkaian serangan maut tersebut.

Laporan menyebutkan bahwa istri, putri, cucu, hingga menantu sang Pemimpin Tertinggi sebelumnya dilaporkan tidak selamat.

Istri Mojtaba sendiri, Zahra Haddad-Adel, dikabarkan tewas pada awal tahun 2026 akibat serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.

Baca juga: Mengenal Alireza Arafi, Pengganti Ali Khamenei yang Dikabarkan Tewas Sehari Usai Ditunjuk

Kehilangan keluarga besar ini meninggalkan lubang besar dalam struktur kepemimpinan tradisional di Teheran.

Perbedaan Pendapat

Meskipun banyak pihak sejak lama meyakini bahwa Mojtaba akan menjadi kandidat terdepan untuk menggantikan Khamenei, para ahli memiliki pandangan yang berbeda.

Khamenei sendiri dilaporkan tidak memasukkan Mojtaba dalam daftar calon pengganti yang dibuatnya tahun lalu.

Dalam kalangan ulama Muslim Syiah Iran, suksesi ayah ke anak tidak dipandang positif.

Ali Khamenei Tewas

Sebelumnya, pernyataan resmi dikeluarkan pemerintah Iran terkait kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.

Selain Ali Khamenei, serangan gabungan AS dan Israel juga turut menewaskan putri, menantu, dan cucu pemimpin tertinggi Iran tersebut.

Berikut pernyataan pemerintah Iran melansir dari Tribunnews.com, Minggu (1/3/2026)

Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

"Orang-orang yang berbuat zalim akan mengetahui ke mana mereka akan dikembalikan." (Surat Asy-Syu’ara Ayat 227)

Rakyat Iran yang terhormat dan penuh kebanggaan!

Dengan kesedihan dan duka mendalam, diumumkan bahwa setelah serangan brutal oleh pemerintah kriminal Amerika dan rezim Zionis yang keji, teladan iman, jihad, dan perlawanan, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Agung Imam Khamenei, telah meraih anugerah besar berupa kesyahidan.

Beliau adalah penerus sejati Ruhullah (Imam Khomeini) yang selama lebih dari 37 tahun kepemimpinan bijak, memegang panji terdepan Islam dengan keberanian dan iman teguh, membuka babak baru dalam sejarah pemerintahan Islam, dan hingga akhir hayatnya yang penuh berkah, memimpin umat Islam melawan kekafiran, tirani, dan kesombongan.

Baca juga: Selain Ali Khamenei, Ini 7 Nama Petinggi Iran yang Tewas dalam Serangan AS-Israel

Syahid yang mulia, Ayatollah Agung Imam Khamenei, teladan pengorbanan dan perlawanan di era kini, adalah “Imam janji tulus, Imam harapan dan kekuatan” di benak kaum merdeka, tertindas, dan para pejuang dunia.

Namanya akan abadi bersama “Khomeini Sang Agung” di hati bangsa-bangsa dunia. Keilmuan luas, penguasaan ilmu kontemporer, kebijaksanaan, pandangan jauh, iman murni, ketulusan dalam amal, tekad baja, keyakinan mendalam pada kata dan perbuatannya, keberanian tiada banding, pengetahuan agama yang luas, jiwa lembut dan suci, serta harapan dan tawakal kepada Sang Pencipta adalah ciri khas luar biasa dari pribadi besar ini yang jarang ditemukan pada pemimpin politik mana pun.

Pemerintah Republik Islam Iran menyampaikan belasungkawa atas kehilangan besar ini kepada Qa’im al-Mahdi (semoga jiwa kami dikorbankan untuk beliau), bangsa Iran yang mulia, umat Islam yang agung, dan seluruh kaum merdeka di dunia.

Sebagai bentuk simpati kepada bangsa Iran yang tangguh, pemerintah menetapkan 40 hari berkabung nasional dan 7 hari libur umum.

Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa balasan dan akan menandai babak baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. Darah suci pemimpin agung ini akan mengalir bagaikan mata air yang bergemuruh dan akan melenyapkan penindasan serta kejahatan Amerika-Zionis.

Kali ini, dengan segala kekuatan dan ketegasan, bersandar pada umat Islam dan kaum merdeka dunia, kami akan membuat para pelaku dan dalang kejahatan besar ini menyesali perbuatannya.

Iran tercinta kita, dengan dukungan kemenangan ilahi, bersatu dan sehati, akan dengan bangga melewati masa sulit ini; sebab Allah senantiasa mengawasi musuh-musuh yang menindas dan menjadi penolong bagi orang-orang beriman serta kaum tertindas.(*)

Artikel telah tayang di Tribunnews

Update informasi lainnya di Facebook, Instagram, Tiktok dan WA Channel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved